35 Desa di Banten Ikuti Bimtek Aplikasi Digitalisasi Desa

AKURAT BANTEN - Sebanyak 35 pemerintah desa di Provinsi Banten, mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) aplikasi digitalisasi desa.
Bimtek aplikasi digitalisasi desa dengan nama "Desa Digdaya" ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan desa.
Di dalam aplikasi itu tersedia sistem informasi desa, portal desa, data kependudukan, layanan warga, UMKM Market, hingga geospasial.
Baca Juga: Bahaya Merokok Vape, Mulai dari Pneumonia, Asma, PPOK, hingga Paru-paru Kolaps
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Banten, Uhedi yang didampingi Rafik Rahmat Taufik Sekretaris Apdesi Banten kepada wartawan mengatakan, bimtek aplikasi digitalisasi ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan pihaknya untuk memajukan potensi yang ada di desa.
Menurutnya, tidak hanya itu, dengan adanya aplikasi digital yang bisa diterapkan di setiap desa, dirinya berharap pelayanan terhadap masyarakat bisa tetap berjalan meski sedang berada dimana pun.
"Ini sebuah upaya untuk teman-teman di desa bisa lebih inovatif dan maju, potensi desa bisa ke angkat, termasuk pelayanan tidak ditempatpun itu kita bisa tetap melayani," kata Uhedi, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga: Banjir Besar di Cikarang, 1 Unit Motor Terseret Arus
Rafik menambahkan, di era digitalisasi sekarang ini Pemerintah Desa diharapkan melek digital. Dengan begitu, kedepan Pemerintah Desa di Banten ini siap bersaing dalam segala hal untuk kemajuan desa.
"Itu pentingnya kita melek digital. Dengan melek digital tidak saja soal pelayanan kepada masyarakat akan berjalan epektif, tetapi semua potensi yang ada di desa akan tergali dan terangkat," katanya
Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang hadir dalam acara memberikan apresiasi atas terobosan inovasi yang dihadirkan Pemerintah Desa melalui aplikasi digital bagi para perangkat desa sehingga menjadi terobosan baru untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026



