Banten

Selayang Pandang tentang Yogyakarta sebagai Kota Gudeg

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 6 September 2023, 22:23 WIB
Selayang Pandang tentang Yogyakarta sebagai Kota Gudeg

AKURAT BANTEN - Secara geografis, Yogyakarta terletak pada 8º 30′ – 7º 20′ Lintang Selatan, dan 109º 40′ – 111º 0′ Bujur Timur.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu daerah otonom setingkat provinsi yang ada di Indonesia.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri sejak 1755, didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

Baca jugaPemuda Ciledug Geruduk Rumah Keluarga Residivis, Situasi Tegang!

Sedangkan Kadipaten Pakualaman, berdiri sejak 1813, didirikan oleh Pangeran Notokusumo, saudara Sultan Hamengku yang sudah terbiasa dengan mengucapkan Yogyakarta, beliau bergelar Adipati Paku Alam I.

Yogyakarta juga telah ditetapkan sebagai Daerah Istimewa dan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia, dan juga kota terbesar keempat di Pulau Jawa, apabila dihitung menurut jumlah penduduk.

Yogyakarta menjadi sangat terkenal karena:

1. Pernah menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, pada tahun 1946.
2. Terkenal dengan makanan khas gudeg, tercatat sebagai makanan kuliner Nusantara yang paling banyak digemari.
3. Paling banyak dikunjungi wisatawan domestik dan luar negeri, karena mudah untuk akses menuju daerah wisata terkenal, terutama Candi Prambanan dan Candi Borobudur, serta candi-candi lainnya.
4. Memiliki budaya yang sangat kental dan terjaga sampai saat ini.

Beragam pendapat mengenai Asal-usul nama Yogyakarta, antara lain:

a). Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau dalam bahasa Jawa Ngayogyakarta adalah nama yang diberikan oleh Paku Buwono II Raja Mataram yang memerintah tahun 1719-1727 sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati.

b). Di lansir laman resmi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta, nama Yogyakarta berasal dari kata:
1. AYOGYA berarti kedamaian
2. KARTA yang berarti baik

Artinya, Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama.

Baca juga: Uang Mutilasi Beredar, Awas! Jangan Tertipu, Kenali Cirinya

c). Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana.

d). Masyarakat Jogja percaya, bahwa Ngayogyakarto Hadiningrat adalah nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I untuk menyebut wilayah kerajaan yang didirikannya.

e). Pada zaman penjajahan Belanda pengucapannya menjadi berubah karena lidah orang Belanda sebagai penjajah saat itu sulit untuk menyebutkan kosa kata "Nga" di awal kata, maka pengucapan Ngayogyakarto saat itu sering hanya diucapkan Yogyakarta.

Akhirnya orang pribumi dalam kesehariannya mengucapkan penyebutan seperti yang diucapkan oleh penjajah Belanda, yaitu Yogyakarta.

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai struktur pemerintahan kerajaan yang kuat dengan Rajanya bergelar Sultan termasuk di dalamnya terdapat Kadipaten Pakualaman.

Berakhirnya sistim kerajaan Yogyakarta yang berdiri sendiri adalah saat Proklamasi Kemerdekaan di Proklamirkan Bung Karno, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan, pada Presiden RI bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi bagian wilayah Negara Republik Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.