4 Ciri-ciri Warteg Diduga Menggunakan Pesugihan Jin Penglaris, Kata Kang Sudiro

AKURAT BANTEN - Menggunakan pesugihan dan jin penglaris bukanlah hal yang aneh bagi pengusaha Warteg maupun rumah makan.
Sebab, pesugihan dianggap sebagai salah satu solusi untuk mendongkrak kemajuan bisnis sebuah Warteg.
Tak hanya itu, pesugihan maupun jin penglaris dianggap lebih mampu membuat pelanggan merasa ketagihan dengan masakan Warteg.
Sebab, jin penglaris biasanya akan meludahi semua makanan yang hendak disajikan untuk para pelanggan.
Sedangkan ludah jin penglaris, disebut bisa membuat cita rasa makanan berubah menjadi lebih lezat.
Hal tersebut diungkap oleh salah seorang ahli spiritual bernama Kang Sudiro.
Menurut Kang Sudiro, Warteg maupun rumah makan yang gunakan jin penglaris, akan membuat pelanggan merasa ketagihan.
- Baca Juga: AWAS! Ternyata Ada Beberapa Jenis Makanan Yang Dapat Membawa Dampak Buruk Terhadap Kemampuan Daya Ingat Manusia
- Baca Juga: BELIBIS GORENG Adalah Makanan Mewah Para Raja yang Hampir Punah, Konon Mujarab Untuk Kesehatan
- Baca Juga: NASU PALEKKO Makanan Khas Suku BUGIS, Terkenal Sampai Mancanegara
"Pelanggan merasa ketagihan, karena masakannya terasa lebih enak," ucap Kang Sudiro, dikutip Akurat Banten dari kanal YouTube Kang Sudiro, Jum’at 01 Maret 2024
Jadi sebaiknya berhati-hati jika ada warteg yang memiliki makanan dengan cita rasa lezat.
Sebetulnya, ada 4 ciri lainnya dari Warteg yang diduga gunakan pesugihan.
Berikut 4 ciri Warteg yang kerap menggunakan pesugihan dan jin penglaris:
1. Rasa berbeda jika dibungkus Makanan yang dibeli dari warteg pesugihan, memang terasa lebih lezat saat dimakan di tempat.
Namun, rasa lezat tersebut tak akan terasa jika makanan di bawa pulang. "Saat kamu membungkusnya dan dimakan di rumah, maka rasanya akan biasa saja," ucap Kang Sudiro.
2. Ada ruangan khusus Pada warteg yang menggunakan pesugihan, biasanya terdapat sebuah ruangan kosong yang tak boleh dimasuki siapapun.
Konon, ruangan itu merupakan tempat khusus yang kerap digunakan untuk melakukan ritual, atau meletakkan sesajen.
"Ruangan itu digunakan untuk menggelar ritual pesugihan," ujar Kang Sudiro.
3. Rasa makanan berbeda setelah dibacakan doa Ciri berikutnya dari Warteg yang gunakan pesugihan, bisa dibedakan dari rasa makanan setelah dibacakan doa.
Kang Sudiro mengatakan, makanan dari warteg pesugihan akan kehilangan penglaris atau daya pikat rasanya jika dibacakan doa terlebih dahulu.
Maka, sebaiknya jangan lupa membaca doa sebelum makan.
4. Merasa seperti terhipnotis Orang yang makan di rumah makan dengan penglaris pocong, cenderung merasa seperti terhipnotis.
Karena terhipnotis, para pelanggan akan memakan apa saja, tanpa mereka sadari.
Namun, ketika pulang mereka akan merasakan berbagai gejala tak mengenakkan.
Seperti mual, pusing, bahkan muntah-muntah ucap Kang Sudiro (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








