MENPAREKRAF Sandiaga Uno: Indonesia Perlu Banyak EVENT, khususnya di BALI

AKURAT BANTEN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan pemerintah berniat membentuk dana khusus untuk mendukung kegiatan pariwisata (tourism fund).
Menurut Sandiaga, Jokowi meminta agar menghadirkan tourism fund untuk memulihkan atau memajukan pariwisata di Indonesia, khususnya di Pulau Bali.
"Ada berita baik bahwa Presiden (Jokowi) memerintahkan kita untuk menghadirkan tourism fund. Jadi dana yang dikelola untuk kemajuan pariwisata kita."
Selanjutnya diapun mengatakan bahwa akan diadakan beberapa even seperti olahraga dan event budaya untuk menarik minat wisatawan yang akan datang ke Bali.
Baca Juga: Wisata Pantai Teluk Batako! Bakar Ikan Hasil Tangkapan Nelayan, Dijamin Ketagihan
"Ini untuk menarik event berkualitas dunia ke Bali dan juga event budaya, event olah raga sehingga kita memiliki kemampuan untuk meningkatkan wisata yang lebih berkualitas," kata Sandiaga pada acara Job Fair di Poltekpar Bali,(6/10).
Sementara besaran target untuk tourism fund, Rp 1 triliun yang akan dikelola melalui penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Nilainya untuk awal belum ditetapkan tapi targetnya tidak terlalu tinggi, sekitar Rp 1 triliun yang dikelola. Salah satu usulannya, yang mengelola nanti adalah pemerintah melalui penugasan BUMN," ujarnya.
"Pemulihannya sudah sangat terasa terutama di destinasi-destinasi unggulan. Per September data yang masih raw (mentah) yang saya miliki bahwa target tahun ini kita akan melebihi 15-20 persen dari wisatawan mancanegara. Wisatawan nusantara kita masih berjuang untuk bisa mencapai target. Oleh karena itu banyak event yang kita dorong untuk bergeraknya wisatawan ini," ujarnya.
Baca Juga: Wisata Pantai Citarate di Lebak, Cocok untuk Healing dari Polusi Udara
Sandiaga sangat optimis kalau lapangan pekerjaan di sektor pariwisata bisa mencapai 4,4 juta pekerjaan baru pada 2024.
"Dari segi lapangan kerja target penciptaan lapangan kerja insyaallah tercapai. Karena terlihat hotel-hotel mulai dibuka, kekurangan staf, kekurangan transportasi, dari segi fasilitas pendukung pariwisata dan lainnya juga," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









