Banten

Bayar di Korea Selatan dengan QRIS Indonesia, Ini Target 2026 yang Bikin Bisnis di Banten Wajib Siap

Andi Syafriadi | 1 November 2025, 06:10 WIB
Bayar di Korea Selatan dengan QRIS Indonesia, Ini Target 2026 yang Bikin Bisnis di Banten Wajib Siap

AKURAT BANTEN - Provinsi Banten sebagai wilayah yang aktif dalam industri dan perdagangan kini perlu mencermati perkembangan baru di sektor pembayaran digital yakni pengumuman bahwa sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) akan mulai diuji coba secara lintas negara antara Indonesia dan Korea Selatan, dengan target operasional penuh pada tahun 2026. 

Langkah ini dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas pembayaran digital antarnegara dan meningkatkan posisi Indonesia dalam ekonomi digital regional.

Uji coba akan dimulai dengan skema sandbox yang memungkinkan pengguna dan merchant di kedua negara melakukan transaksi menggunakan QRIS dari negara lain. 

Bagi komunitas bisnis dan UMKM di Banten, proses ini merupakan peluang strategis.

Baca Juga: Eks Polisi di Bandung Tipu Puluhan Korban dengan QRIS Palsu, Total Kerugian Miliaran Rupiah

Sejak beberapa tahun terakhir, proporsi transaksi digital terus meningkat di dalam negeri.

Menurut data BI, hingga triwulan III 2025 volume transaksi non-tunai melalui QRIS tumbuh hingga 147 persen secara year-on-year.

Dengan masuknya unsur pembayaran antarnegara, UKM dan eksportir Banten bisa menjajaki pasar Korea Selatan lebih mudah, tanpa harus terbentur konversi mata uang atau sistem pembayaran yang kompleks.

Namun, perubahan ini juga menyiratkan tantangan pelaku usaha di Banten harus menyiapkan diri.

Baca Juga: QRIS Kini Bisa Dipakai di Malaysia, Thailand, & Singapura: Transaksi Antar Negara Semakin Mudah, Ini Cara Pakainya!

Pertama, merchant perlu menyediakan sistem QRIS yang telah disertifikasi dan mampu menerima pembayaran dari pengguna asing atau domisili Korea Selatan.

Kedua, ada aspek regulasi: perangkat lunak dan sistem harus sesuai dengan standar keamanan pembayaran internasional, serta kompatibel dengan mekanisme clearing lintas-negara yang sedang diuji BI.

Ketiga, diperlukan adaptasi kondisi perpajakan dan regulasi ekspor/impor agar transaksi lintas negara tidak terganjal oleh administrasi manual yang lambat.

Pada skema uji coba, BI menegaskan bahwa layanan QRIS antarnegara akan berjalan dengan prinsip manfaat ganda.

Baca Juga: Makin Go Internasional! BI Akan Resmikan QRIS di Jepang 17 Agustus Mendatang

Memudahkan wisatawan Korea di Indonesia, dan sebaliknya memudahkan pelaku bisnis Indonesia ketika menjajaki pasar Korea.

Dengan demikian, ini bisa menjadi pintu baru bagi Banten untuk memperkuat sektor pariwisata, kerajinan dan perdagangan digital.

Dalam konteks praktis, pelaku usaha di Banten dapat mulai melakukan riset.

Identifikasi produk yang memiliki potensi di pasar Korea Selatan (misalnya fashion, kerajinan, makanan ringan halal), kemudian pastikan sistem pembayaran, desain kemasan, serta logistik sudah dapat menjangkau Korea.

Baca Juga: Sistem IT Amburadul, Berakibat Fitur Transfer Antarbank dan QRIS Sementara Ditiadakan, Pengamat: Ada Kesengajaan?

Sebuah tim kecil bisa dibentuk untuk uji coba pada tahap pertama, memanfaatkan skema pembayaran digital baru ini sehingga keunggulan pembayaran menjadi nilai tambah.

Di sisi pemerintah daerah, alam bisa turut mendukung.

Pemerintah Provinsi Banten dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dapat memfasilitasi pelatihan digital payment, workshop adaptasi eksportir kecil ke pasar global, dan sosialisasi regulasi pembayaran antarnegara.

Dengan demikian, ketika sistem QRIS antarnegara berjalan penuh di 2026, pelaku usaha Banten sudah siap dengan ekosistem digital yang memadai.

Baca Juga: Bank DKI Luncurkan Fitur QRIS Tap NFC untuk Pembayaran Layanan Kesehatan di RSUD Tarakan

Kesimpulannya, inisiatif QRIS lintas negara antara Indonesia dan Korea Selatan bukan sekadar berita teknologi semata.

Ini adalah jembatan ekonomi digital yang bisa membuka pasar baru bagi wilayah seperti Banten.

Pelaku usaha yang cepat mengambil langkah adaptasi akan berada di posisi lebih unggul.

Persiapkan diri sekarang, karena 2026 bisa menjadi momentum besar bagi ekspansi bisnis dan pembayaran digital lintas benua.

Baca Juga: QRIS Mendunia: Langkah Berani Indonesia di Tengah Gejolak Global

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.