Mafia Bola Vigit Waluyo Ditangkap Polisi, Suka Atur Skor Pertandingan Bola

AKURAT BANTEN - Polisi resmi menahan tersangka kasus mafia bola Indonesia, bernama Vigit Waluyo (VW) selaku perantara pengaturan skor pertandingan.
Kepala Tim Penyidikan Satgas Anti Mafia Bola Polri, Dani Kustoni mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap VW agar memudahkan proses penyidikan.
"Setelah dilakukan pemeriksaan penyidik melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka tersebut dengan alasan untuk memudahkan proses penyidikan," kata Dani di Bareskrim, Jakarta, yang dikutip pada Kamis (21/12/2023).
Baca Juga: Anies Baswedan di Laporkan APD Tentang Dugaan Pelanggaran Pemilu
Selain itu, kata Dani, sebelum ditahan Vigit Waluyo telah dilakukan pemeriksaan selama tiga jam di Bareskrim Mabes Polri dengan delapan pertanyaan.
Selain Vigit, Dewanto Rahadmoyo Nugroho (DRN) selaku asisten manajer klub dan Kartiko Mustikaningtyas (KM) selaku perantara dari wasit yang melakukan pengaturan skor juga ikut ditahan.
"Penyidik juga telah mendapatkan informasi adanya potensi pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka yang masih perlu didalami," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Satgas Anti Mafia Bola Polri telah menetapkan total 14 orang tersangka dan 1 DPO dalam kasus dugaan Match Fixing pada pertandingan Liga 2 antara PSS Sleman vs Madura FC periode 2018.
Baca Juga: Buni Yani Sebut Zulhas Lakukan Penistaan Agama al Maidah 57
Pada intinya, modus pengaturan skor berawal berasal dari permintaan klub kepada perangkat wasit agar membantu memenangkan pertandingan dengan imbalan hadiah berupa uang.
Sebagai informasi, nama Vigit Waluyo mendapat atensi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dia mengatakan, bahwa Vigit merupakan aktor intelektual pengaturan skor di pertandingan sepak bola Indonesia.
"Kami temukan ada upaya pengaturan skor, agar klub terdegradasi lolos. Ini semua adalah hasil data intelijen, ada salah satu aktor intelektual, namanya cukup malang-melintang, inisial VW alhamdulillah ini bisa kami ungkap," kata Listyo beberapa waktu lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”





