Beri Salam 2 Jari, 3 Pendukung Prabowo Termasuk Perempuan Dipukuli Pendukung Ganjar

AKURAT BANTEN - Pendukung pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dipukuli sejumlah orang.
Pemukulan dipicu persoalan sepele. Seperti diungkapkan @irgans, salah seorang pendukung Prabowo-Gibran, korban pemukulan.
Dikatakan, peristiwa berawal saat mereka memberi salam dua jari kepada pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Bandung.
Baca Juga: KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Korupsi DJKA Kemenhub, M Suryo Kapan?
Tidak disangka, teguran itu malah membuat pendukung Ganjar emosi dan memukuli 3 pendukung Prabowo, termasuk seorang wanita.
Dilansir dari akun Istagram @terangmedia, korban @irgans mengatakan, saat itu dia bersama dua teman dari Jalan Sriwijaya.
"Kami hendak pulang ke arah Pasirkoja, Bandung. Namun karena jalannya macet, saya mengambil jalur ke Ci Atel," sambungnya.
Dikatakan, peristiwa itu terjadi di perempatan Jalan Ibu Inggit, di mana ada sebuah bus pendukung PDI Perjuangan.
"Seorang pria di dalam bus mengangkat tiga jari sambil tersenyum, dan saya pun merespons dengan mengangkat dua jari sambil mengucapkan 'Prabowo Prabowo'," terangnya.
Namun, tiga pria dari dalam bus langsung menyerang dan memukul Aldi, salah seorang temannya.
"Saat kakak perempuan saya, Siti, mencoba menyelamatkan diri, ia juga dipukul oleh mereka. Selanjutnya, empat orang atau lebih menendang sepeda motor saya hingga jatuh," sambungnya.
Baca Juga: Hindari Kasus TPPO, Disnaker Lebak Imbau TKI Asal Lebak Gunakan Jalur Resmi
Sejurus kemudian, dirinya menjadi korban pemukulan, tendangan, dan injakan.
"Semua pelaku adalah bapak-bapak dan tidak ada bantuan dari warga sekitar karena takut. Polisi datang setelah 15 menit, menyarankan saya untuk pergi atau melapor ke Kapolsek Regol," tambahnya.
Ketiga korban pun telah melakukan visum, dan hingga saat ini pelaku pengeroyokan masih belum ditemukan.
"Saya hanya meminta keadilan dan bantuan masyarakat agar tindakan kekerasan semacam ini tidak terulang di masa depan," jelasnya.
Ditegaskan, dirinya adalah mendukung Prabowo sejak 2014, dan tidak mengerti mengapa hanya karena persoalan itu, dia dipukuli.
"Saya berharap negara kita, sebagai negara hukum, dapat menindaklanjuti kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang. Terima kasih atas perhatiannya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!




