Pidato Prabowo soal Rupiah Dibandingkan dengan BJ Habibie, Netizen Heboh Bahas Dampak Dolar

AKURAT BANTEN – Video pidato Presiden Prabowo Subianto yang membahas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendadak viral di media sosial.
Pidato tersebut kemudian ramai dibandingkan dengan pidato Presiden ke-3 RI B. J. Habibie saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1998.
Perbandingan itu muncul setelah Prabowo menyampaikan pernyataan terkait kondisi rupiah dalam sebuah acara di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo terlihat santai menanggapi isu pelemahan mata uang nasional.
Baca Juga: Media Asing Tak Percaya Kepemimpinan Prabowo? Disebut Makin Otoriter dan Hamburkan Anggaran
Ia bahkan sempat melontarkan candaan mengenai kondisi ekonomi dan menyebut masyarakat desa dinilai tidak terlalu terdampak langsung oleh naik turunnya dolar AS.
Pernyataan itu langsung memicu berbagai reaksi dari publik.
Sebagian netizen menilai ucapan tersebut kurang tepat karena pelemahan rupiah pada akhirnya tetap berdampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk di pedesaan.
Di media sosial, banyak pengguna internet kemudian membandingkan pidato Prabowo dengan gaya komunikasi BJ Habibie saat menghadapi krisis moneter 1998.
Baca Juga: Media Asing Alarmkan Ekonomi RI Era Prabowo, Singgung Risiko Kembali ke Krisis 1998
Dalam pidatonya kala itu, Habibie dikenal menyampaikan kondisi ekonomi secara serius dan menekankan pentingnya kewaspadaan menghadapi tekanan ekonomi nasional.
Perbandingan dua pidato tersebut akhirnya memicu perdebatan luas mengenai cara pemimpin negara merespons situasi ekonomi yang sedang tidak stabil.
Sejumlah pengamat ekonomi menilai masyarakat desa saat ini tetap memiliki keterkaitan dengan ekonomi global meski sebagian besar aktivitasnya berbasis sektor lokal.
Menurut mereka, pelemahan rupiah dapat berdampak pada harga pupuk, bahan bakar, transportasi, hingga kebutuhan pokok yang sebagian masih bergantung pada impor atau harga internasional.
Baca Juga: 1.061 Koperasi Desa Resmi Beroperasi, Prabowo: Ini Tonggak Penting Indonesia
Karena itu, dampak kenaikan dolar dinilai tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga bisa memengaruhi kehidupan ekonomi warga desa secara bertahap.
Di sisi lain, ada pula pihak yang mendukung pandangan Prabowo.
Mereka menilai masyarakat pedesaan relatif lebih kuat menghadapi tekanan ekonomi global karena banyak mengandalkan hasil pertanian dan transaksi lokal menggunakan rupiah.
Kondisi rupiah sendiri dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi perhatian publik akibat tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar internasional.
Faktor seperti konflik geopolitik dunia, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, hingga perlambatan ekonomi global disebut turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.
Pemerintah dan Bank Indonesia sebelumnya memastikan kondisi ekonomi nasional masih berada dalam situasi terkendali meski menghadapi tekanan eksternal.
Sementara itu, viralnya perbandingan pidato Prabowo dan BJ Habibie menunjukkan isu ekonomi masih menjadi topik sensitif yang mudah menarik perhatian masyarakat.
Perdebatan mengenai dampak dolar terhadap rakyat kecil pun terus berkembang di media sosial dan memunculkan berbagai pandangan dari publik maupun pengamat ekonomi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







