Dolar Nyaris Rp18.000, Pernyataan Prabowo Soal Orang Desa Tak Butuh Dolar Kembali Disorot

AKURAT BANTEN - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat. Dolar Amerika Serikat kini bergerak mendekati level Rp18.000 dan memicu kekhawatiran di berbagai sektor ekonomi nasional.
Di tengah kondisi tersebut, publik kembali menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut masyarakat desa tidak membutuhkan dolar.
Pernyataan itu kembali viral di media sosial setelah kurs dolar AS menembus level Rp17.700 pada perdagangan pekan ini.
Banyak pihak menilai ucapan tersebut kini bertolak belakang dengan kenyataan ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Pidato Prabowo soal Rupiah Dibandingkan dengan BJ Habibie, Netizen Heboh Bahas Dampak Dolar
Meski warga desa tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar, pelemahan rupiah dinilai tetap berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.
Harga bahan bakar, pupuk, pangan impor, hingga biaya produksi industri disebut sangat dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang asing.
Ekonom menilai, ketika rupiah melemah tajam, efek domino akan terasa hingga ke lapisan masyarakat bawah.
Barang kebutuhan pokok berpotensi naik, biaya distribusi meningkat, dan daya beli masyarakat ikut tertekan.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, IHSG Ikut Anjlok ke Zona Merah
Situasi ini dinilai memperlihatkan bahwa stabilitas kurs dolar tetap penting, termasuk bagi masyarakat pedesaan.
Sebelumnya, Prabowo sempat menyampaikan bahwa rakyat kecil di desa tidak terlalu memikirkan dolar karena lebih fokus pada kebutuhan sehari-hari.
Namun di tengah kurs rupiah yang terus melemah, pernyataan tersebut justru dianggap tidak sensitif terhadap realitas ekonomi nasional.
Di media sosial, kritik terhadap pemerintah semakin ramai bermunculan.
Baca Juga: BRICS Susun Arah Baru Keuangan Dunia, Perlahan Lepas dari Bayang-Bayang Dolar AS
Banyak warganet mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah.
Sebagian bahkan menilai pernyataan tersebut memberi kesan meremehkan ancaman pelemahan mata uang nasional.
Pengamat politik menilai, isu ekonomi bisa menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Prabowo apabila kondisi rupiah terus memburuk.
Sebab, masyarakat umumnya akan langsung merasakan dampak ekonomi dibanding sekadar melihat angka kurs di layar perdagangan.
Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp17000 per Dolar, Ancaman Nyata atau Sekadar Guncangan Sesaat? Ini Penjelasan Purbaya
“Dolar memang bukan mata uang yang dipakai warga desa sehari-hari. Tapi ketika rupiah jatuh, harga kebutuhan ikut naik. Ujungnya tetap dirasakan rakyat kecil,” ujar seorang analis ekonomi dalam diskusi pasar keuangan.
Saat ini pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter.
Namun tekanan global, penguatan dolar AS, dan arus keluar modal asing masih menjadi tantangan berat.
Jika rupiah benar-benar menembus Rp18.000 per dolar AS, tekanan terhadap ekonomi domestik diperkirakan semakin besar.
Baca Juga: “Harus Mau Mati untuk Negara!” Herdman Mulai Bentuk Timnas Indonesia Versi Barunya
Kondisi itu berpotensi menjadi ujian politik sekaligus ekonomi bagi pemerintahan Prabowo di awal masa kepemimpinannya.
Publik kini menunggu apakah pemerintah mampu membuktikan bahwa pelemahan rupiah hanya bersifat sementara, atau justru menjadi awal dari tekanan ekonomi yang lebih dalam bagi masyarakat Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








