Kombes Budi Hermanto Ucap 'Surprise' Saat Ungkap Kasus Ijazah Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Geram Setengah Mati, Kenapa?

AKURAT BANTEN - Pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi perhatian publik.
Ucapan yang disampaikan dengan nada santai saat menjawab pertanyaan wartawan dinilai memancing kontroversi di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Sorotan muncul setelah Kombes Budi Hermanto menyebut kata “surprise” ketika ditanya mengenai perkembangan penanganan kasus yang berkaitan dengan tudingan ijazah Jokowi.
Pernyataan itu langsung mendapat tanggapan dari kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin.
Baca Juga: Heboh Lagi Dokter Tifa Prediksi Polemik Ijazah Jokowi Bisa Berlarut hingga 25 Tahun
Ahmad menilai penggunaan istilah tersebut tidak tepat digunakan dalam konteks penegakan hukum.
Menurutnya, perkara yang tengah menjadi perhatian publik semestinya disampaikan secara serius dan profesional, bukan dengan ungkapan yang berpotensi dianggap bercanda.
Ia juga menegaskan bahwa istilah “surprise” bukan bagian dari terminologi hukum pidana.
Karena itu, penyampaian seperti tersebut dinilai bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat terhadap proses penyidikan yang sedang dilakukan aparat kepolisian.
Baca Juga: Babak Akhir Kasus Ijazah Jokowi: Dr. Tifa dan Roy Suryo di Ujung Tanduk! Akankah Dipenjara?
Kasus dugaan ijazah Jokowi sendiri sudah lama menjadi perdebatan di ruang publik.
Isu ini beberapa kali kembali mencuat setelah sejumlah pihak mempertanyakan keaslian dokumen pendidikan Presiden RI tersebut.
Polemik itu melibatkan berbagai tokoh, aktivis, hingga akademisi yang ikut memberikan pandangan masing-masing.
Polda Metro Jaya sebelumnya memastikan bahwa penanganan perkara masih terus berlangsung.
Baca Juga: Ketar-ketir Roy Suryo Masuk Penjara? Refly Harun Tegas Minta Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan Oleh DPR
Aparat disebut masih mengumpulkan keterangan dan mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan laporan yang ada.
Di tengah proses tersebut, sebagian masyarakat berharap aparat penegak hukum tetap menjaga komunikasi publik secara profesional.
Sebab, pernyataan pejabat kepolisian dinilai memiliki pengaruh besar terhadap opini publik, terlebih pada kasus yang menyangkut nama tokoh nasional.
Kontroversi mengenai ijazah Jokowi juga pernah mendapat klarifikasi dari sejumlah pihak, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kampus tersebut sebelumnya menegaskan bahwa Jokowi merupakan alumnus resmi Fakultas Kehutanan UGM.
Meski begitu, isu tersebut masih terus diperdebatkan oleh sebagian kelompok masyarakat.
Sementara itu, kubu Roy Suryo meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan tidak menimbulkan tafsir yang membingungkan publik.
Mereka berharap kepolisian dapat memberikan kepastian hukum secara objektif dan berdasarkan fakta.
Pengamat komunikasi publik menilai pejabat institusi negara perlu berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada media.
Gaya komunikasi yang terlalu santai dalam kasus sensitif dikhawatirkan dapat memicu polemik baru dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Hingga saat ini, perkembangan kasus dugaan ijazah Jokowi masih menjadi perhatian masyarakat luas.
Banyak pihak menunggu langkah lanjutan dari kepolisian terkait arah penanganan perkara tersebut.
Di sisi lain, perdebatan di media sosial terkait isu ini juga terus berlangsung.
Warganet terbagi dalam berbagai pandangan, mulai dari yang mendukung proses hukum dilanjutkan hingga yang meminta polemik segera diakhiri demi menjaga stabilitas politik nasional.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








