Pernyataan Ade Armando Soal Dinasti Politik di Yogyakarta, Hari Ini Beredar Spanduk Kecaman di Jakarta

AKURAT BANTEN - Pernyataan politisi PSI, Ade Armando yang menyinggung dinasti politik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan juga menyakiti masyarakat Yogyakarta berbuntut panjang.
Setelah mengeluarkan pernyataan dinasti politik di Yogyakarta, hari ini beredar spanduk di Jakarta yang bertuliskan kecaman bagi Ade Armando yang merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
Lagi-lagi Ade Armando mengeluarkan pernyataan yang kontroversi hingga menjadi heboh.
Salah satu spanduk kecaman untuk Ade Armando itu muncul di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa 5 Desember 2023.
Adapun tulisan di dalam spanduk tersebut 'Kami Masyarakat Yogyakarta di Jakarta mengecam keras Ade Armando, Caleg PSI dan Tim Sukses Prabowo, penista UU keistimewaan Yogyakarta & Penghina sejarah kemerdekaan RI'.
Sebelumnya diketahui, Ade Armando mengeluarkan pernyataan kontroversial saat dirinya melontarkan kritik terhadap aksi mahasiswa yang membawa isu politik dinasti.
Politikus PSI itu menyayangkan bahwa menurutnya isu yang disuarakan oleh mahasiswa justru terjadi di Yogyakarta.
- Baca Juga: JOKOWI Marah Pada Agus Raharjo Ketua KPK Saat itu, Karena Selidiki Kasus Mega Korupsi e-KTP Yang di Lakukan Setnov
- Baca Juga: Harapkan Peningkatan Mutu Pendidikan di Kota Tangerang, H. Sachrudin Melantik 32 Pengawas Sekolah
- Baca Juga: 27.087 Sertifikat Tanah Diserahkan! Pj Sekda Provinsi Banten Virgojanti : Aset Masyarakat Akan Terlindungi
Ade Armando mempertanyakan aksi para mahasiswa, khususnya BEM Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM), yang menggelar aksi protes terkait politik dinasti.
Ade Armando menyebut BEM UI dan BEM UGM ironi, lantaran Daerah Istimewa Yogyakarta lah yang sebetulnya mempraktikkan politik dinasti.
"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja. Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan," kata Ade Armando melalui cuitan di akun X miliknya @adearmando61.
Setelah mendapat banyak kecaman, Ade Armando menyampaikan permintaan maaf terbuka soal pernyataannya tersebut. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










