Walhi Akan Lakukan Investigasi Terkait Kasus Pembuangan Gas Sisa Produksi PT Chandra Asri

AKURAT BANTEN - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta akan melakukan investasi independen atas dugaan kasus pembuangan gas kimia sisa produksi melalui cerobong pembakaran di PT Chandra Asri Pacific (CAP), Kota Cilegon. Rabu (24/1/24)
Hal tersebut dikatakan, Suci Fitria, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, yang mengaku baru saja mendapatkan laporan atas adanya kejadian pencemaran udara yang saat ini terasa oleh masyarakat Kota Cilegon.
"Kami baru menerima laporannya dan aka segera kami dalami kasusnya," ungkap Direktur Eksekutif Walhi.
Kata Suci, pihaknya masih melakukan diskusi internal di dalam tubuh Walhi untuk menyikapi persoalan yang terjadi di wilayah Cilegon.
Ia mengaku akan melakukan langkah investigasi independen terkait pencemaran udara yang dilakukan PT Chandra Asri Pacifik.
"Kami masih berdiskusi terkait itu, karena baru semalam kami terima laporannya. Tapi langkah itu (Investigasi) sangat mungkin dilakukan," jelasnya.
Sebab, ungkap Suci, hal yang diterimanya berbanding terbalik dari apa yang diklaim bahwa Kota Cilegon memiliki penanganan bencana industri yang baik.
"Yang kami yerima berbanding terbalik dari klaim-klaim itu," pungkasnya.
- Baca Juga: Kontes Durian Lokal Di Desa Sasahan, Si Guling Keluar Sebagai Durian Terbaik
- Baca Juga: Jokowi: Presiden Boleh Memihak Paslon, Sementara Moeldoko: Presiden Netral
- Baca Juga: Mahfud MD Sebut Sudah Lama Ingin Mengundurkan Diri Dari Jabatan Menteri, Ketika Akan Mulai Debat Pertama
Di beritakan sebelumnya, Kasubdit Toksikologi Lingkungan Puslabfor Mabes Polri AKBP Faizal Rachmad, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengambil beberapa sampel di lapangan pada Minggu 21 Januari 2024 kemarin.
"Kami sudah melaksanakan olah TKP kemarin pagi bersama para penyidik. Di TKP kami temukan adanya gas dari senyawa hidrokarbon," katanya.
Ia menuturkan, udara di lingkungan PT Chandra Asri Pacifik sudah dalam kondisi yang aman dari gas yang sempat menggegerkan Kota Cilegon dan sebagian Kabupaten Serang.
"Yang perlu ditekankan disini gasnya dalam kondisi aman. Jadi kami tekankan saat ini, bahwa di TKP sudah dalam kondisi aman dan jauh dari batas baku mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah," cetusnya.
Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon ada sekira 558 warga terdampak akibat menghirup gas di PT Chandra Asri Pacifik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







