5 Petugas Pemilu Meninggal di Provinsi Banten Dan 112 Petugas KPPS Sakit Karena Lelah

AKURAT BANTEN - Pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024 kembali meninggalkan duka bagi ara petugas pemungutan suara di Banten. Minggu (18/2/24)
Pasalnya dalam pelaksanaan pemilu tahun 2024 ini ada 5 orang meninggal dunia dan 112 petugas mengalami kelelahan.
Padahal saat melamar surat keterangan sehat sudah di lampirkan oleh para petugas pemilu tersebut.
"Di juknis disampaikan bahwa mereka harus cukup mengkonsumsi makanan, minum vitamin, istirahat yang cukup pada saat dimulainya pemungutan suara," kata Ketua KPU Provinsi Banten, M Ali Zaenal Abidin.
Ia mengatakan, 5 orang petugas yang meninggal tersebut tersebar di tiga Kabupaten Kota di Banten.
"Lima orang yang meninggal tersebar, di Kabupaten Serang 1 orang petugas penertiban atau Linmas, kemudian Kabupaten Tangerang 3 orang petugas KPPS dan Kota Tangerang 1 orang," katanya
- Baca Juga: Indonesia Berduka, 57 Petugas Pemilu Meninggal Dan 8.381 Orang dirawat
- Baca Juga: Pemilu Curang! Aksi Blokade Jalan Lintas Sumatera, Massa Tidak Puas Jawaban Bawaslu Terkait Perhitungan Suara Didua Desa
- Baca Juga: Caleg NasDem Lapor Bawaslu Lebak, KPPS Sindanglaya Sobang Bantah Ada Intimidasi Pada Pihaknya
Kata Ali, mereka yang meninggal akibat kelelahan saat bertugas tercatat sejak 14 hingga 17 Februari 2024.
"Petugas yang meninggal karena mengalami kelelahan saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS), itu tercatat dari 14 Februari sampai 17 Februari 2024," sambungnya.
Lebih lanjut, Ali mengungkapkan, ada sebanyak 112 orang petugas yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota mengalami kelelahan dan sakit.
"Petugas KPPS dan Linmas yang mengalami sakit dengan rata-rata keluhan, mual, pusing dan kelelahan yang sakit tersebar di delapan kabupaten kota," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







