KEJI! Hasil Autopsi VI Bocah 12 Tahun Keluar: Meninggal karena 'Lemas Kehabisan Napas', Ada Luka di Alat Vital

AKURAT BANTEN – Teka-teki penyebab pasti kematian VI (12), korban pembunuhan sadis di Pademangan, Jakarta Utara, akhirnya terungkap.
Hasil autopsi jenazah bocah malang tersebut telah keluar, dan polisi memastikan VI tewas secara tragis akibat kehabisan napas.
"Untuk autopsi sudah dilaksanakan. Hasilnya sudah keluar. Korban meninggal karena lemas, kehabisan nafas atau oksigen," tegas Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, saat ditemui di Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (15/10/2025).
Dibekap dan Dijerat Kabel Charger
Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan, temuan autopsi ini sejalan dengan pengakuan tersangka, Rifai (16), yang tak lain adalah tetangga korban.
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Rifai mengaku membunuh VI setelah korban diiming-imingi baju baru agar mau mengikutinya ke rumah.
"Jadi, sesuai dengan BAP juga, bahwa korban dibekap sampai dengan meninggal dunia," ungkap Kombes Erick.
Tak hanya dibekap, Rifai juga menggunakan kabel charger handphone untuk menjerat leher VI. Kombinasi pembekapan dan jeratan itulah yang menyebabkan VI kehabisan napas dan meregang nyawa secara keji di tangan tetangganya sendiri.
Dugaan Kekerasan Seksual: Ditemukan Luka di Kemaluan
Kepolisian juga merespons dugaan kuat adanya kekerasan seksual yang dilakukan oleh tersangka Rifai terhadap korban VI.
Dari hasil autopsi, ditemukan fakta mencengangkan terkait alat vital korban. Meskipun demikian, polisi belum bisa memastikan adanya tindakan perkosaan.
"Terkait pemerkosaan, kalau ini belum bisa dibuktikan karena tidak adanya cairan sperma di sekitar tubuh dari korban," jelas Kombes Erick.
Namun, Polisi tak menampik adanya temuan luka. "Namun memang ada luka di alat kemaluannya," tambahnya.
Temuan luka di alat kemaluan ini menjadi titik fokus baru penyelidikan untuk membuktikan apakah terjadi kekerasan seksual atau penetrasi yang tidak diikuti ejakulasi, mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur.
Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif dan fakta kekejian secara keseluruhan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026




