Mariska Damayanti Waketum BPD HIPMI, Sosok Model Mencoba Bangkitkan Ekonomi Kreatif Banten: 'Melalui Tatapan Kamera untuk Menyuarakan Kepedulian'

AKURAT BANTEN - Mariska Damayanti merupakan pribadi yang mendedikasikan dirinya di Panggung Ekonomi Kreatif Banten, aktif dalam aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina dan menjadi model dalam beberapa sorotan kamera.
Sebagai model, Ia memiliki prinsip, bahwa setiap posisi strategis dan sorotan kamera yang ia miliki adalah alat untuk menyuarakan kepedulian.
Sosok yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) BPD HIPMI Banten, dikenal konsisten menyelaraskan dunia profesional dengan aksi nyata di lapangan, mulai dari inisiasi amal Ramadhan Charity hingga aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
Mariska membuktikan bahwa keberanian untuk peduli adalah fondasi utama dalam membangun daerah.
Ia ingin masyarakat Banten tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemilik kebanggaan atas tanahnya sendiri.
"Jika dikelola dengan tepat, potensi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi yang membangun identitas daerah dan memperkuat rasa bangga masyarakat," ujar Mariska pada Jumat, (3/4/26) kepada Akurat Banten.
Sebagai mantan Ketua GenPI Kabupaten Serang, ia juga menggunakan latar belakangnya, sebagai pribadi yang menggeluti profesi modeling untuk tujuan yang lebih besar.
Baca Juga: Perang Berakhir? Donald Trump Ingin Cepat Hentikan Konflik dengan Iran Jelang Pemilu AS
Baginya, visual bukan sekadar soal kecantikan, melainkan media untuk membuka mata dunia terhadap potensi daerahnya.
"Di saat banyak orang melihat kamera sebagai sorotan, saya melihatnya sebagai jendela untuk memperlihatkan potensi Banten kepada dunia," ungkapnya.
Dalam setiap langkah organisasinya, ia selalu menekankan bahwa persatuan dan rasa saling mendukung adalah kunci pertumbuhan yang inklusif bagi semua kalangan.
"Kolaborasi adalah tentang saling menguatkan, saling membuka jalan, dan saling percaya untuk membangun masa depan bersama," jelas Mariska.
Perjalanan karier Mariska menjadi pengingat bahwa kesuksesan yang utuh bukanlah tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang seberapa banyak kehidupan yang bisa disentuh dan diubah menjadi lebih baik.
"Sebab bagi saya membangun masa depan bukan hanya soal menjadi berhasil, tetapi juga soal menjadi bermanfaat," pungkas dia, menambahkan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026








