Terungkap! Ini Pihak yang Berpotensi Hancurkan Blokade AS di Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz terus menjadi perhatian global setelah Amerika Serikat menerapkan kebijakan pembatasan di jalur laut vital tersebut.
Kebijakan ini memicu berbagai spekulasi mengenai pihak mana yang memiliki kemampuan untuk menembus atau bahkan melemahkan blokade tersebut.
Seorang peneliti senior dari lembaga kajian strategis Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) memberikan pandangan mendalam terkait hal ini.
Ia menilai bahwa meskipun Amerika Serikat memiliki kekuatan militer yang sangat besar, dominasi tersebut tidak sepenuhnya menjamin keberhasilan blokade dalam jangka panjang.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Gagal Total? Puluhan Kapal Tetap Lolos dari Pengawasan AS
Dalam analisisnya, Iran disebut sebagai aktor yang paling berpotensi memberikan perlawanan signifikan.
Letak geografis Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz menjadi keunggulan tersendiri.
Dengan posisi tersebut, Iran memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi perairan serta jalur pelayaran yang sering digunakan oleh kapal-kapal internasional.
Selain faktor lokasi, kekuatan militer Iran juga dinilai cukup mumpuni untuk menghadapi tekanan.
Baca Juga: Negara Tetangga Sudah Lolos Selat Hormuz tapi Kapal RI Masih Tertahan, Ini Penyebabnya
Negara tersebut dikenal memiliki strategi pertahanan yang tidak konvensional, termasuk penggunaan kapal cepat dan sistem pertahanan berbasis darat.
Pendekatan ini dianggap mampu menciptakan tekanan bagi pihak yang mencoba mengontrol jalur laut tersebut.
Namun, upaya untuk menembus blokade tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer semata.
Peneliti tersebut menekankan bahwa dukungan dari negara lain juga dapat menjadi faktor penting.
Baca Juga: Trump Klaim Negara Arab Siap Kepung Iran di Selat Hormuz, Dunia Waspada Konflik Memanas
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi dunia, sehingga banyak negara memiliki kepentingan untuk menjaga kelancaran aktivitas di kawasan tersebut.
Dalam hal ini, negara-negara besar seperti China dan Rusia disebut berpotensi memainkan peran strategis.
Kepentingan mereka terhadap pasokan energi dari Timur Tengah membuat kedua negara tersebut tidak bisa tinggal diam jika jalur pelayaran terganggu.
Mereka dapat memberikan tekanan melalui jalur diplomasi atau bahkan menunjukkan kehadiran militer sebagai bentuk dukungan.
Baca Juga: Iran Tegaskan Hak di Selat Hormuz Usai Negosiasi Buntu dengan AS di Islamabad
Sementara itu, negara-negara di kawasan Eropa cenderung mengambil pendekatan yang berbeda.
Mereka lebih memilih jalur diplomasi sebagai solusi untuk meredakan ketegangan.
Upaya mendorong dialog antara Amerika Serikat dan Iran dinilai sebagai langkah yang lebih aman dibandingkan konfrontasi terbuka yang berisiko memperluas konflik.
Peneliti ISI juga mengingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memiliki konsekuensi besar terhadap ekonomi global.
Baca Juga: Iran Tegaskan Hak di Selat Hormuz Usai Negosiasi Buntu dengan AS di Islamabad
Jalur ini merupakan salah satu titik paling penting dalam distribusi minyak dunia.
Gangguan sekecil apa pun dapat memicu lonjakan harga energi dan berdampak pada stabilitas ekonomi internasional.
Dengan berbagai kepentingan yang terlibat, kondisi di Selat Hormuz menjadi sangat kompleks.
Tidak ada satu pihak pun yang benar-benar diuntungkan jika konflik terus berlanjut.
Baca Juga: Kapal Perang Amerika Serikat Dekati Selat Hormuz, Iran Ancam Hancurkan dalam 30 Menit
Oleh karena itu, meskipun ada kemungkinan blokade dapat ditembus oleh pihak tertentu, penyelesaian melalui jalur diplomasi tetap menjadi pilihan yang paling rasional.
Ke depan, dinamika antara Amerika Serikat, Iran, serta negara-negara besar lainnya akan sangat menentukan arah situasi di kawasan tersebut.
Dunia kini menanti apakah ketegangan ini akan mereda atau justru berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027







