Kapal Kargo Thailand Diserang dari Udara di Selat Hormuz, 20 Awak Berhasil Diselamatkan
Akurat Banten - Sebuah kapal kargo berbendera Thailand mengalami serangan dari udara ketika melintasi perairan strategis Selat Hormuz pada Rabu pagi hingga memicu kebakaran hebat di bagian belakang kapal.
Insiden tersebut memaksa awak kapal menghadapi situasi darurat di tengah jalur pelayaran internasional yang dikenal padat dan memiliki nilai strategis tinggi bagi perdagangan global.
Peristiwa itu pertama kali dikonfirmasi oleh perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan.
Ia menjelaskan bahwa kapal kargo bernama Mayuree Naree yang memiliki bobot sekitar 30.000 ton menjadi sasaran serangan tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab.
Serangan terjadi ketika kapal tersebut tengah melintas di wilayah Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
"Kapal kargo Thailand Mayuree Naree, dengan bobot 30.000 ton, diserang dari udara pada setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan terjadi kebakaran hebat di buritan kapal," kata Rattanachaiphan.
Api yang muncul di bagian buritan kapal menyebabkan kondisi di atas kapal menjadi sangat berbahaya bagi para awak yang berada di dalamnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut segera diterima oleh Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand melalui jaringan komunikasi maritim internasional.
Setelah menerima laporan tersebut, pihak Angkatan Laut Thailand langsung melakukan koordinasi cepat dengan Angkatan Laut Oman serta Kedutaan Besar Thailand yang berada di negara tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses penyelamatan awak kapal dapat segera dilaksanakan tanpa menunggu waktu lama.
Kerja sama antara otoritas maritim kedua negara pun langsung digerakkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian.
Rattanachaiphan menyebutkan bahwa tim penyelamat dari Angkatan Laut Oman bergerak cepat menuju lokasi kapal yang terbakar.
"Hingga kini, Angkatan Laut Oman telah menyelamatkan 20 dari 23 pelaut dari atas kapal tersebut. Operasi penyelamatan untuk tiga orang lain yang tersisa masih berlangsung," katanya.
Para awak kapal yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menuju daratan Oman untuk mendapatkan perlindungan serta pemeriksaan kondisi kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh kru yang selamat berada dalam kondisi aman setelah mengalami situasi darurat di laut.
Sementara itu, tiga awak kapal lainnya masih dinyatakan belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim penyelamat.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan para pelaut tersebut.
Pihak berwenang juga terus memantau perkembangan situasi di sekitar kapal yang terbakar untuk memastikan tidak ada korban tambahan.
Hingga saat ini, sumber serangan yang menargetkan kapal kargo Thailand tersebut belum dapat dipastikan.
Motif maupun pihak yang berada di balik serangan udara tersebut juga masih menjadi tanda tanya besar.
Otoritas terkait kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab serta pelaku di balik insiden tersebut.
Penyelidikan juga akan menelusuri kemungkinan adanya ancaman keamanan yang lebih luas di wilayah Selat Hormuz.
Perairan Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi penghubung utama perdagangan minyak dan komoditas penting dari kawasan Timur Tengah.
Setiap insiden keamanan di kawasan tersebut biasanya langsung mendapat perhatian serius dari berbagai negara karena dapat berdampak pada stabilitas perdagangan global.
Oleh karena itu, perkembangan penyelidikan terhadap serangan yang menimpa kapal kargo Thailand tersebut masih terus dipantau oleh otoritas maritim internasional.
Sementara itu, prioritas utama saat ini tetap difokuskan pada upaya menemukan tiga awak kapal yang masih hilang serta memastikan keselamatan seluruh kru yang telah berhasil diselamatkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






