Banten

Trump Ancam Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata: Banyak Bom Akan Meledak!

Cristina Malonda | 21 April 2026, 12:17 WIB
Trump Ancam Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata: Banyak Bom Akan Meledak!
Trump Keluarkan Ancaman Keras ke Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan global setelah pernyataan keras dari Presiden AS, Donald Trump, terkait masa depan gencatan senjata kedua negara.

Situasi yang semula mereda kini kembali berada di ambang eskalasi, seiring belum tercapainya kesepakatan dalam jalur diplomasi.

Sebelumnya Trump sempat mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat tengah bersiap menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan putaran kedua perundingan dengan Iran.

Baca Juga: Netanyahu 'Shock'! Apa yang Dilakukan Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Kristus dengan Palu Godam, Picu Amarah Dunia!

Langkah ini diambil setelah negosiasi tahap pertama pada 11–12 April tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menyampaikan bahwa pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, bahkan dalam 24 jam ke depan.

Ia juga membuka peluang bahwa masa gencatan senjata yang akan berakhir pada 22 April bisa diperpanjang demi memberi ruang bagi proses diplomasi.

Baca Juga: HP dan Paspor PMI Tewas di Korea Dipertanyakan, Keluarga Soroti Kejanggalan Penanganan Barang

Namun demikian, Trump tetap mengeluarkan peringatan tegas.

Dalam wawancaranya dengan PBS News pada Senin (20/4), ia menegaskan bahwa kegagalan negosiasi dapat berujung pada konsekuensi serius. Ia bahkan menyebut kemungkinan terjadinya serangan besar-besaran jika kesepakatan tidak tercapai.

"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump pada Senin (20/4).

Konflik ini bermula dari eskalasi militer pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan serta korban jiwa dari kalangan sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kedua pihak untuk menyepakati gencatan senjata sementara pada 7 April, yang berlangsung selama dua minggu.

Sayangnya, upaya meredakan konflik melalui jalur diplomasi kembali menemui hambatan setelah perundingan awal di Islamabad tidak mencapai titik temu.

Baca Juga: Bukan Lawan Biasa, Inilah 3 Negara yang Bikin Israel Murka karena Dukung Iran, Salah Satunya Kekuatan NATO!

Menyikapi kebuntuan tersebut, Trump dilaporkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini disebut sebagai bentuk tekanan agar Teheran kembali ke meja perundingan.

Dengan tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat, perhatian dunia kini tertuju pada hasil negosiasi selanjutnya. Apakah diplomasi masih mampu meredam konflik, atau justru ketegangan akan berkembang menjadi konfrontasi terbuka, masih menjadi tanda tanya besar. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.