Trump Ancam Iran Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata: Banyak Bom Akan Meledak!

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan global setelah pernyataan keras dari Presiden AS, Donald Trump, terkait masa depan gencatan senjata kedua negara.
Situasi yang semula mereda kini kembali berada di ambang eskalasi, seiring belum tercapainya kesepakatan dalam jalur diplomasi.
Sebelumnya Trump sempat mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat tengah bersiap menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan putaran kedua perundingan dengan Iran.
Langkah ini diambil setelah negosiasi tahap pertama pada 11–12 April tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menyampaikan bahwa pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, bahkan dalam 24 jam ke depan.
Ia juga membuka peluang bahwa masa gencatan senjata yang akan berakhir pada 22 April bisa diperpanjang demi memberi ruang bagi proses diplomasi.
Baca Juga: HP dan Paspor PMI Tewas di Korea Dipertanyakan, Keluarga Soroti Kejanggalan Penanganan Barang
Namun demikian, Trump tetap mengeluarkan peringatan tegas.
Dalam wawancaranya dengan PBS News pada Senin (20/4), ia menegaskan bahwa kegagalan negosiasi dapat berujung pada konsekuensi serius. Ia bahkan menyebut kemungkinan terjadinya serangan besar-besaran jika kesepakatan tidak tercapai.
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump pada Senin (20/4).
Konflik ini bermula dari eskalasi militer pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan serta korban jiwa dari kalangan sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kedua pihak untuk menyepakati gencatan senjata sementara pada 7 April, yang berlangsung selama dua minggu.
Sayangnya, upaya meredakan konflik melalui jalur diplomasi kembali menemui hambatan setelah perundingan awal di Islamabad tidak mencapai titik temu.
Menyikapi kebuntuan tersebut, Trump dilaporkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini disebut sebagai bentuk tekanan agar Teheran kembali ke meja perundingan.
Dengan tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat, perhatian dunia kini tertuju pada hasil negosiasi selanjutnya. Apakah diplomasi masih mampu meredam konflik, atau justru ketegangan akan berkembang menjadi konfrontasi terbuka, masih menjadi tanda tanya besar. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








