Banten

Tak Terduga! Menabung Belasan Tahun, Mimpi Ratusan Calon Haji Tangerang Kandas di Ujung Pelunasan

Abdurahman | 21 April 2026, 12:20 WIB
Tak Terduga! Menabung Belasan Tahun, Mimpi Ratusan Calon Haji Tangerang Kandas di Ujung Pelunasan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengonfirmasi bahwa dari total kuota 2.304 orang jemaah, sebanyak 214 orang dipastikan gagal berangkat (Foto: Antaranews)

AKURAT BANTEN– Menabung rupiah demi rupiah selama belasan tahun ternyata belum cukup untuk mengantarkan ratusan warga Kabupaten Tangerang ke Tanah Suci tahun ini.

Sebuah kenyataan pahit harus diterima oleh 214 calon jemaah haji yang impiannya seketika kandas tepat di garis finis, yakni pada tahap pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Antrean panjang yang telah dijalani selama lebih dari satu dekade menjadi sia-sia ketika tembok besar bernama "kendala finansial" menghalangi langkah mereka di saat-saat terakhir.

Baca Juga: Tata Kelola Pajak Kota Tangerang Diduga Tabrak Aturan, Dua Dinas Rebutan Wewenang?

Harapan yang Pupus di Menit Terakhir

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengonfirmasi bahwa dari total kuota 2.304 orang jemaah, sebanyak 214 orang dipastikan gagal berangkat.

Mayoritas dari mereka terpaksa menunda keberangkatan bukan karena kondisi fisik yang melemah, melainkan karena tak mampu menutupi sisa biaya yang ditetapkan.

Bagi banyak jemaah, haji adalah perjalanan sekali seumur hidup yang dipersiapkan dengan air mata dan penghematan luar biasa. Namun tahun ini, ekonomi menjadi ujian terakhir yang tak terlewati bagi ratusan warga kita. Ini adalah duka bagi kita semua.

Kini, hanya 2.228 jemaah yang tercatat berhasil melunasi biaya dan siap diberangkatkan dalam musim haji 2026.

Dari jumlah tersebut, tercatat 138 jemaah merupakan limpahan dari luar daerah, sehingga total jemaah asli asal Kabupaten Tangerang yang terbang hanya berjumlah 2.090 orang.

Baca Juga: Permudah Usaha Rakyat, Pemkab Tangerang Melalui DPMPTSP Genjot NIB Gratis di Pasar Tradisional

Ironi di Balik Angka

Fenomena ini menjadi ironi tersendiri. Di saat kesehatan jemaah dinyatakan laik (isti'tah), kemampuan finansial justru menjadi batu sandungan.

Kenaikan biaya operasional haji yang tak terhindarkan disinyalir membuat tabungan yang telah dikumpulkan bertahun-tahun oleh masyarakat kecil—mulai dari pedagang pasar hingga petani—menjadi tidak mencukupi saat jadwal pelunasan tiba.

Bagi mereka yang gagal berangkat, posisi mereka kini berada dalam ketidakpastian; apakah mampu melunasi di tahun depan, atau harus merelakan antrean yang sudah bertahun-tahun dijaga.

Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Kuras APBD Rp51,3 Miliar untuk Perjalanan Dinas, Melonjak Rp12,9 Miliar dalam Setahun

Persiapan dan Jadwal Keberangkatan

Meski dilingkupi suasana haru atas batalnya rekan-rekan mereka, jemaah yang tersisa tetap melanjutkan persiapan.

Berdasarkan data Kemenag, pemberangkatan akan dibagi dalam tujuh kloter dengan jadwal sebagai berikut:

  • Gelombang Pertama: Dimulai pada 26 April 2026 melalui Kloter 5 (385 orang), diikuti Kloter 7 dan Kloter 10.

  • Gelombang Kedua: Dimulai pada 7 Mei 2026 melalui Kloter 12 hingga Kloter terakhir pada 19 Mei 2026.

Baca Juga: Prostitusi di Hotel Cipondoh Kota Tangerang Diduga Diatur Langsung di Lokasi

Pelayanan di Embarkasi Banten

Seluruh jemaah akan melewati proses akhir di Grand El-Haji Asrama Haji Banten, Cipondoh. Kabag TU Kanwil Kemenag Banten,

Nasrul Latif, memastikan bahwa jemaah akan mendapatkan pembekalan manasik dan pemeriksaan dokumen final agar perjalanan ke Arab Saudi berjalan tanpa hambatan.

Kisah 214 calon jemaah yang gagal ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya meninjau kembali beban finansial haji bagi mereka yang telah setia menunggu belasan tahun di bawah terik antrean. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman