Tak Terduga! Menabung Belasan Tahun, Mimpi Ratusan Calon Haji Tangerang Kandas di Ujung Pelunasan

AKURAT BANTEN– Menabung rupiah demi rupiah selama belasan tahun ternyata belum cukup untuk mengantarkan ratusan warga Kabupaten Tangerang ke Tanah Suci tahun ini.
Sebuah kenyataan pahit harus diterima oleh 214 calon jemaah haji yang impiannya seketika kandas tepat di garis finis, yakni pada tahap pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
Antrean panjang yang telah dijalani selama lebih dari satu dekade menjadi sia-sia ketika tembok besar bernama "kendala finansial" menghalangi langkah mereka di saat-saat terakhir.
Baca Juga: Tata Kelola Pajak Kota Tangerang Diduga Tabrak Aturan, Dua Dinas Rebutan Wewenang?
Harapan yang Pupus di Menit Terakhir
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengonfirmasi bahwa dari total kuota 2.304 orang jemaah, sebanyak 214 orang dipastikan gagal berangkat.
Mayoritas dari mereka terpaksa menunda keberangkatan bukan karena kondisi fisik yang melemah, melainkan karena tak mampu menutupi sisa biaya yang ditetapkan.
Bagi banyak jemaah, haji adalah perjalanan sekali seumur hidup yang dipersiapkan dengan air mata dan penghematan luar biasa. Namun tahun ini, ekonomi menjadi ujian terakhir yang tak terlewati bagi ratusan warga kita. Ini adalah duka bagi kita semua.
Kini, hanya 2.228 jemaah yang tercatat berhasil melunasi biaya dan siap diberangkatkan dalam musim haji 2026.
Dari jumlah tersebut, tercatat 138 jemaah merupakan limpahan dari luar daerah, sehingga total jemaah asli asal Kabupaten Tangerang yang terbang hanya berjumlah 2.090 orang.
Baca Juga: Permudah Usaha Rakyat, Pemkab Tangerang Melalui DPMPTSP Genjot NIB Gratis di Pasar Tradisional
Ironi di Balik Angka
Fenomena ini menjadi ironi tersendiri. Di saat kesehatan jemaah dinyatakan laik (isti'tah), kemampuan finansial justru menjadi batu sandungan.
Kenaikan biaya operasional haji yang tak terhindarkan disinyalir membuat tabungan yang telah dikumpulkan bertahun-tahun oleh masyarakat kecil—mulai dari pedagang pasar hingga petani—menjadi tidak mencukupi saat jadwal pelunasan tiba.
Bagi mereka yang gagal berangkat, posisi mereka kini berada dalam ketidakpastian; apakah mampu melunasi di tahun depan, atau harus merelakan antrean yang sudah bertahun-tahun dijaga.
Persiapan dan Jadwal Keberangkatan
Meski dilingkupi suasana haru atas batalnya rekan-rekan mereka, jemaah yang tersisa tetap melanjutkan persiapan.
Berdasarkan data Kemenag, pemberangkatan akan dibagi dalam tujuh kloter dengan jadwal sebagai berikut:
Gelombang Pertama: Dimulai pada 26 April 2026 melalui Kloter 5 (385 orang), diikuti Kloter 7 dan Kloter 10.
Gelombang Kedua: Dimulai pada 7 Mei 2026 melalui Kloter 12 hingga Kloter terakhir pada 19 Mei 2026.
Baca Juga: Prostitusi di Hotel Cipondoh Kota Tangerang Diduga Diatur Langsung di Lokasi
Pelayanan di Embarkasi Banten
Seluruh jemaah akan melewati proses akhir di Grand El-Haji Asrama Haji Banten, Cipondoh. Kabag TU Kanwil Kemenag Banten,
Nasrul Latif, memastikan bahwa jemaah akan mendapatkan pembekalan manasik dan pemeriksaan dokumen final agar perjalanan ke Arab Saudi berjalan tanpa hambatan.
Kisah 214 calon jemaah yang gagal ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya meninjau kembali beban finansial haji bagi mereka yang telah setia menunggu belasan tahun di bawah terik antrean. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






