Banten

Ledakan Dahsyat Guncang Cauca, 20 Orang Tewas Termasuk 15 Perempuan

Riski Endah Setyawati | 27 April 2026, 20:28 WIB
Ledakan Dahsyat Guncang Cauca, 20 Orang Tewas Termasuk 15 Perempuan
Ilustrasi Ledakan Bom (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Sebuah tragedi memilukan terjadi di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, setelah ledakan bom merenggut nyawa 20 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Octavio Guzman, yang mengungkapkan bahwa korban meninggal terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki.

Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 36 orang mengalami cedera, dengan beberapa di antaranya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Jokowi Dipastikan Hadir di Sidang Roy Suryo Cs, Siap Tunjukkan Ijazah Asli di Pengadilan

Lima anak yang turut menjadi korban dilaporkan mulai menunjukkan kondisi yang membaik meski masih dalam pengawasan medis.

"Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir," ujar Guzman.

Ledakan terjadi di Jalan Raya Pan-Amerika, tepatnya di kawasan Cajibio, ketika sebuah bus pedesaan yang dikenal sebagai “chiva” melintas di lokasi.

Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Bansos Tepat Sasaran Lewat Pembaruan Data hingga Tingkat RT RW

Alat peledak yang diduga dipasang di gorong-gorong jalan tersebut tiba-tiba meledak dengan kekuatan besar, menghantam kendaraan yang melintas.

Dampak ledakan tidak hanya menghancurkan bus, tetapi juga merusak sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar titik kejadian.

Beberapa laporan awal menyebutkan kemungkinan bom dilemparkan ke arah bus sebelum akhirnya meledak, sehingga memperparah tingkat kerusakan dan jumlah korban.

Baca Juga: Bantah Isu Rekayasa RJ, Kuasa Hukum Tegaskan Jokowi Tak Pernah Tawarkan Jalan Damai

Pemerintah daerah segera menetapkan masa berkabung selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan bagi para korban yang meninggal dunia.

Upacara peringatan juga direncanakan akan digelar dalam waktu dekat untuk mengenang para korban tragedi tersebut.

Ledakan tersebut meninggalkan kawah besar dengan volume sekitar 200 meter kubik yang kini sedang dalam proses perbaikan oleh pihak terkait.

Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Bansos Tepat Sasaran Lewat Pembaruan Data hingga Tingkat RT RW

"Konsorsium terus bekerja untuk memulihkan jalan terdampak," kata Guzman.

Selain itu, pemerintah setempat juga fokus memberikan bantuan menyeluruh kepada para korban, termasuk dukungan medis, psikososial, dan bantuan kemanusiaan.

Langkah pengamanan juga terus diperketat guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.

Baca Juga: Dorongan Sanksi Keras untuk Israel, Menguat Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Presiden Gustavo Petro turut angkat bicara dan menyatakan bahwa serangan tersebut diduga kuat didalangi oleh Ivan Mordisco, pemimpin faksi EMC dari kelompok pemberontak FARC.

Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa insiden ini berkaitan dengan konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Tragedi ini kembali mengingatkan dunia akan ancaman kekerasan yang masih menghantui masyarakat sipil di sejumlah daerah konflik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.