Kian Memanas! Trump Beri Perintah Baru, Mengapa AS Tiba-tiba Hentikan Operasi Militer di Iran?

AKURAT BANTEN – Peta konflik di Timur Tengah mendadak berubah arah.
Secara mengejutkan, administrasi Donald Trump memberikan perintah baru yang menghentikan fase tempur aktif Amerika Serikat di Iran.
Operasi militer bersandi 'Epic Fury' yang telah mengguncang kawasan tersebut sejak akhir Februari resmi dinyatakan berakhir.
Namun, pertanyaannya: Apakah ini pertanda perdamaian, atau justru taktik baru yang lebih mematikan?
Baca Juga: Refly Harun Skakmat Presiden: Diamnya Jokowi Soal Ijazah Dianggap 'Sengaja' Adu Domba Rakyat?
Perintah Baru dari Gedung Putih
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam pengumuman resminya menegaskan bahwa Presiden Donald Trump telah menyampaikan laporan kepada Kongres terkait berakhirnya operasi tersebut.
Sejak 28 Februari 2026, AS telah melakukan serangkaian serangan udara yang diklaim bertujuan untuk melumpuhkan kapabilitas nuklir Teheran.
Namun, di tengah tekanan global, Trump justru memilih untuk menarik rem darurat pada operasi tempur ini. Mengapa?
Tujuan militer kita telah tercapai. Fokus kita sekarang bukan lagi pada penghancuran, melainkan pada pengamanan aset vital dunia. Tidak akan ada lagi tembakan yang dilepaskan, kecuali jika kita ditembak terlebih dahulu. — Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS
Strategi Baru: Fokus ke Jalur Nadi Dunia
Penghentian operasi 'Epic Fury' ternyata diikuti dengan peluncuran misi baru yang tak kalah berisiko: 'Project Freedom'.
Alih-alih melakukan serangan udara ke daratan Iran, militer AS kini mengalihkan seluruh fokusnya ke Selat Hormuz.
Selat Hormuz adalah jalur perdagangan minyak paling kritis di planet ini.
Dengan Iran yang diduga telah memasang ranjau dan menyiagakan armada drone di sepanjang selat, Trump ingin memastikan bahwa "keran" energi dunia tidak tersumbat.
Strategi ini dianggap jauh lebih efektif untuk menekan Iran secara ekonomi tanpa harus terlibat dalam perang darat yang berkepanjangan.
Ancaman yang Belum Padam
Meski operasi militer dihentikan, situasi di lapangan justru kian memanas.
Ada dua faktor utama yang membuat dunia tetap waspada:
Misteri Uranium: Intelijen AS melaporkan Iran masih menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi. Hal ini menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Serangan di Uni Emirat Arab (UEA): Di saat AS mengumumkan penghentian operasi, UEA justru melaporkan adanya gelombang serangan rudal dan drone baru. Abu Dhabi dengan tegas menuduh Iran sebagai dalangnya dan menyatakan hak untuk membalas.
Baca Juga: Skema Pembayaran PKB Banten Dinilai Cacat Administrasi, Ini Penjelasan Wagub
Langkah Trump ini dipandang sebagai manuver politik yang cerdik sekaligus berisiko tinggi.
Di satu sisi, ia ingin menepati janji kampanyenya untuk mengakhiri "perang tanpa akhir".
Di sisi lain, dengan memusatkan kekuatan di Selat Hormuz, ia tetap memegang kendali penuh atas keamanan energi global.
Bagi masyarakat dunia, penghentian operasi militer ini adalah sinyal ambigu.
Harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi akan sangat bergantung pada seberapa efektif misi 'Project Freedom' dalam menjaga Selat Hormuz dari sabotase.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








