Tangis Pecah! Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Alasan di Baliknya Bikin Nyesek

AKURAT BANTEN – Setelah sekian lama publik bertanya-tanya dan spekulasi liar memenuhi jagat maya, tabir misteri hubungan penyanyi Denada Tambunan dan Ressa Rizky Rosano akhirnya terkuak.
Suasana haru tak terbendung saat pihak Denada memberikan pengakuan yang sudah dinanti-nanti: Ressa adalah anak kandungnya.
Namun, pengakuan ini bukanlah akhir dari drama, melainkan awal dari terbukanya alasan-alasan pilu yang selama ini tersimpan rapat di balik panggung hiburan.
Baca Juga: Dugaan Skandal Tambang Emas Tumpang Pitu: Pegiat Anti-Korupsi Endus Aliran Dana ke Pejabat
Pengakuan yang Menggetarkan Publik
Drama persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi mencapai puncaknya ketika kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, berbicara blak-blakan.
Selama ini, Denada dituding menutup mata, namun fakta yang diungkap justru sebaliknya.
"Mbak Denada ini bukan sekadar mengakui atau tidak. Mas Ressa ini bahkan dibiayai, difasilitasi, hingga disekolahkan. Kasih sayang itu ada, walau jarak memisahkan mereka," ujar Iqbal dengan nada getir.
Bagi banyak orang, pengakuan ini terasa "nyesek" karena di balik kemewahan dunia artis, ada hubungan ibu dan anak yang harus berjuang melawan jarak dan komunikasi yang tersumbat.
Di Balik Gaji Rp 2,5 Juta: "Saya Ingin Dia Jadi Laki-laki Kuat"
Poin yang paling mengiris hati publik adalah kabar Ressa yang harus menyambung hidup sebagai sopir dengan gaji Rp 2,5 juta.
Banyak yang menghujat, namun pihak Denada punya alasan yang sangat mendalam.
Bukan karena tak mampu, bukan pula karena pelit. Denada rupanya ingin sang putra memiliki karakter baja.
"Itu pendidikan untuk anak supaya tidak manja. Gaji Rp 2,5 juta di Banyuwangi itu sudah besar. Kita ingin dia tidak cuma bisa menodong orang tua," jelas Iqbal.
Pilihan sulit ini diambil agar Ressa tidak tumbuh di bawah bayang-bayang nama besar ibunya, melainkan berdiri di atas kakinya sendiri.
Sebuah "cinta yang keras" yang mungkin sulit dipahami banyak orang.
Baca Juga: Predikat Kota Ramah Anak Terancam? Kasus Berantai di Cianjur: Remaja 15 Tahun Cabuli 10 Bocah
Alasan Bungkam yang Memilukan
Kenapa baru sekarang? Kenapa Denada memilih diam saat dihujat netizen? Ternyata, diamnya Denada adalah bentuk upaya menjaga mental kedua belah pihak.
Di saat Ressa muncul di berbagai podcast dan media sosial, Denada justru memilih mengunci rapat mulutnya demi masa mediasi yang tenang.
Pihak Denada menyayangkan adanya kegaduhan yang dibuat di media sosial yang menurut mereka tidak sesuai dengan fakta lapangan.
Kini, dengan pengakuan ini, Denada seolah ingin menghentikan bola liar yang selama ini menyudutkan status sang anak.
Menanti Akhir dari Luka
Meski pengakuan telah terucap, luka komunikasi antara ibu dan anak ini tampaknya belum sepenuhnya pulih.
Proses hukum masih berjalan, namun publik berharap pengakuan tulus ini menjadi jembatan perdamaian.
Kisah Denada dan Ressa adalah pengingat bahwa hubungan darah tak selamanya berjalan mulus di depan kamera, dan seringkali, cinta seorang ibu datang dalam bentuk yang tak terduga—bahkan yang paling menyakitkan sekalipun (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









