Banten

Haji 2026 Lebih Ramah Lansia, Hotel Jemaah di Makkah Dipasangi Fasilitas Khusus

Viona Sebastian Nolani | 19 Mei 2026, 13:54 WIB
Haji 2026 Lebih Ramah Lansia, Hotel Jemaah di Makkah Dipasangi Fasilitas Khusus
Kamar khusus jemaah haji penyandang disabilitas di Makkah. (haji.go.id)

AKURAT BANTEN - Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

Di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan beragam fasilitas serta langkah mitigasi guna menjamin kenyamanan, kemandirian, dan terpenuhinya hak ibadah para jemaah lanjut usia.

Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, mengatakan kesiapan layanan tersebut tidak hanya mencakup fasilitas fisik di hotel, tetapi juga kebutuhan non-fisik para jemaah.

Salah satu perhatian utama difokuskan pada penyesuaian fasilitas kamar dan toilet hotel.

Baca Juga: Cara Bayar Dam Haji 2026 yang Resmi dan Aman, Kemenhaj Ungkap Faktanya

Di setiap kamar jemaah lansia telah dipasang handling atau pegangan besi khusus di samping tempat tidur serta area kamar mandi.

"Fasilitas handling ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya. Keberadaan pegangan ini sangat krusial untuk membantu lansia agar bisa beraktivitas," ujar Anang kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (17/05/2026).

Anang menjelaskan, selain menghadirkan pelayanan optimal, pihaknya juga memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi para jemaah, khususnya jemaah yang sehat agar ikut peduli dan membantu jemaah lain yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Untuk menunjang pergerakan jemaah, setiap hotel di Sektor 2 diwajibkan menyediakan sedikitnya 10 kursi roda di luar bantuan tambahan dari sektor.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Bongkar Kualitas Konsumsi di Makkah, Ternyata Menunya Begini

Jalur ramah kursi roda atau ramp juga dipastikan tersedia mulai dari titik jemaah turun dari bus hingga menuju area hotel.

Agar tidak ada jemaah lansia yang terabaikan, Tim Landis Sektor 2 rutin menjalankan program Visitasi Hotel.

Lewat program tersebut, petugas memastikan empat kebutuhan utama jemaah lansia dapat terpenuhi secara maksimal.

Pertama, kebutuhan biologis dengan memastikan asupan makanan sesuai kondisi kesehatan jemaah. 

Bila ada jemaah yang hanya dapat mengonsumsi bubur, petugas akan memastikan menu tersebut tersedia.

Selain itu, sektor juga menyalurkan logistik tambahan seperti popok dewasa (pampers), underpad, dan tisu basah guna mengantisipasi masa tinggal jemaah yang cukup panjang.

Kedua, kebutuhan psikologis dengan terus memberikan dukungan moral kepada jemaah yang mengalami penurunan semangat.

Salah satunya melalui fasilitasi panggilan video (video call) dengan keluarga di tanah air bagi jemaah yang merasa rindu keluarga.

Selanjutnya kebutuhan sosiologis dilakukan dengan menjembatani komunikasi dan interaksi antara jemaah lansia dengan jemaah lainnya agar tidak muncul pengelompokan maupun rasa terasing.

Terakhir, kebutuhan religi dipastikan terpenuhi dengan membantu seluruh jemaah lansia agar dapat menuntaskan rangkaian ibadah wajib, khususnya Umrah Wajib, secara aman dan nyaman.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.