Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Nyaris Rp18 Ribu, Mata Uang Indonesia Terpukul Sentimen Global

AKURAT BANTEN - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan terbaru, mata uang AS bahkan sempat bergerak mendekati level Rp18.000 sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi.
Pergerakan kurs tersebut menjadi perhatian pasar karena menunjukkan tekanan besar yang masih membayangi rupiah di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Berdasarkan data perdagangan valuta asing, dolar AS sempat diperdagangkan di kisaran Rp17.900 pada sesi pagi.
Baca Juga: Bayang-Bayang Krisis 1998 Muncul Lagi? Rupiah Terpukul di Tengah Optimisme Prabowo
Meski kemudian turun tipis, posisi dolar tetap berada pada level tinggi dibanding beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap mata uang AS masih sangat besar.
Analis pasar uang menilai penguatan dolar dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap situasi geopolitik dunia.
Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelaku pasar mencari aset aman.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Kebocoran Triliunan Rupiah, Taipan Komoditas Mulai Waswas
Dalam situasi penuh ketidakpastian, dolar AS biasanya menjadi pilihan utama investor global.
Akibatnya, banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan cukup berat.
Selain faktor internasional, kondisi domestik juga dinilai ikut memengaruhi pelemahan rupiah.
Tingginya kebutuhan dolar untuk aktivitas impor dan transaksi luar negeri membuat permintaan valuta asing meningkat tajam di pasar dalam negeri.
Baca Juga: Kematian Misterius Haerul Saleh: Tragedi Biasa atau Bungkamnya Sang Penjaga Triliunan Rupiah?
Tekanan tersebut menyebabkan pergerakan rupiah sulit kembali stabil meski Bank Indonesia terus melakukan langkah intervensi di pasar keuangan.
Bank sentral disebut tetap berupaya menjaga keseimbangan nilai tukar agar gejolak tidak semakin besar.
Pelemahan rupiah sendiri berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi.
Jika kondisi berlangsung lama, harga barang impor bisa mengalami kenaikan dan berdampak pada biaya produksi industri nasional.
Selain itu, tekanan kurs juga dapat memicu naiknya inflasi apabila harga kebutuhan pokok ikut terdorong akibat melemahnya mata uang domestik.
Pemerintah sebelumnya menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup kuat.
Namun sentimen global yang memburuk membuat pasar keuangan bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik internasional.
Situasi tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga sejumlah negara berkembang lainnya yang mata uangnya ikut melemah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.
Pengamat memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi kondisi global dalam waktu dekat.
Selama ketidakpastian geopolitik belum mereda dan arus dana asing masih bergerak ke aset aman, tekanan terhadap rupiah diprediksi belum akan hilang sepenuhnya.
Karena itu, stabilitas ekonomi domestik menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga inflasi, memperkuat cadangan devisa, serta memastikan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali di tengah tekanan global yang meningkat.
Baca Juga: Ketegangan Global Tekan Rupiah di Pasar Valas, Kurs Ditutup Melemah ke Rp16.905 per Dolar AS
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”






