Banten

Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Nyaris Rp18 Ribu, Mata Uang Indonesia Terpukul Sentimen Global

Aullia Rachma Puteri | 28 Mei 2026, 17:27 WIB
Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Nyaris Rp18 Ribu, Mata Uang Indonesia Terpukul Sentimen Global
NILAI TUKAR RUPIAH KE DOLAR NYARIS Rp18.000

AKURAT BANTEN - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan terbaru, mata uang AS bahkan sempat bergerak mendekati level Rp18.000 sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi.

Pergerakan kurs tersebut menjadi perhatian pasar karena menunjukkan tekanan besar yang masih membayangi rupiah di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Berdasarkan data perdagangan valuta asing, dolar AS sempat diperdagangkan di kisaran Rp17.900 pada sesi pagi.

Baca Juga: Bayang-Bayang Krisis 1998 Muncul Lagi? Rupiah Terpukul di Tengah Optimisme Prabowo

Meski kemudian turun tipis, posisi dolar tetap berada pada level tinggi dibanding beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap mata uang AS masih sangat besar.

Analis pasar uang menilai penguatan dolar dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap situasi geopolitik dunia.

Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelaku pasar mencari aset aman.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kebocoran Triliunan Rupiah, Taipan Komoditas Mulai Waswas

Dalam situasi penuh ketidakpastian, dolar AS biasanya menjadi pilihan utama investor global.

Akibatnya, banyak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan cukup berat.

Selain faktor internasional, kondisi domestik juga dinilai ikut memengaruhi pelemahan rupiah.

Tingginya kebutuhan dolar untuk aktivitas impor dan transaksi luar negeri membuat permintaan valuta asing meningkat tajam di pasar dalam negeri.

Baca Juga: Kematian Misterius Haerul Saleh: Tragedi Biasa atau Bungkamnya Sang Penjaga Triliunan Rupiah?

Tekanan tersebut menyebabkan pergerakan rupiah sulit kembali stabil meski Bank Indonesia terus melakukan langkah intervensi di pasar keuangan.

Bank sentral disebut tetap berupaya menjaga keseimbangan nilai tukar agar gejolak tidak semakin besar.

Pelemahan rupiah sendiri berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi.

Jika kondisi berlangsung lama, harga barang impor bisa mengalami kenaikan dan berdampak pada biaya produksi industri nasional.

Baca Juga: Live Streaming Asusila Pasangan Kekasih di Bondowoso Terbongkar, Tarif Rp35 Ribu per Penonton Raup Jutaan Rupiah

Selain itu, tekanan kurs juga dapat memicu naiknya inflasi apabila harga kebutuhan pokok ikut terdorong akibat melemahnya mata uang domestik.

Pemerintah sebelumnya menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup kuat.

Namun sentimen global yang memburuk membuat pasar keuangan bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik internasional.

Situasi tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga sejumlah negara berkembang lainnya yang mata uangnya ikut melemah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Terungkap Dugaan Fee Proyek Berulang Bupati Rejang Lebong, KPK Temukan Aliran Dana Ratusan Juta Rupiah

Pengamat memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi kondisi global dalam waktu dekat.

Selama ketidakpastian geopolitik belum mereda dan arus dana asing masih bergerak ke aset aman, tekanan terhadap rupiah diprediksi belum akan hilang sepenuhnya.

Karena itu, stabilitas ekonomi domestik menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga inflasi, memperkuat cadangan devisa, serta memastikan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali di tengah tekanan global yang meningkat.

Baca Juga: Ketegangan Global Tekan Rupiah di Pasar Valas, Kurs Ditutup Melemah ke Rp16.905 per Dolar AS

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.