Banten

Kebijakan Ekspor Indonesia Bikin Harga Batu Bara Dunia Melambung, Ini Penyebabnya

Viona Sebastian Nolani | 9 Juni 2026, 12:21 WIB
Kebijakan Ekspor Indonesia Bikin Harga Batu Bara Dunia Melambung, Ini Penyebabnya
Ilustrasi batu bara. (flickr/Peter Van den Bossche)

AKURAT BANTEN - Harga acuan batu bara utama di kawasan Asia melonjak ke posisi tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir setelah kebijakan ekspor terbaru Indonesia memicu penundaan pengiriman.

Kondisi ini membuat pasokan semakin ketat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik menjelang musim panas.

Kontrak berjangka batu bara Newcastle Australia untuk pengiriman Juni tercatat naik hingga US$148,75 per ton pada perdagangan Jumat lalu.

Angka tersebut menjadi level tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak Agustus 2024.

Baca Juga: Rupiah Tembus Level Terburuk 2026, Investor Mulai Tinggalkan Indonesia?

Pada bulan sebelumnya, Indonesia mengumumkan rencana pengambilalihan kendali pengiriman sejumlah komoditas strategis, termasuk batu bara.

Namun, penerapan sistem baru pada Juni justru memunculkan kebingungan di lapangan dan menyebabkan keterlambatan pengiriman dari Indonesia yang merupakan eksportir batu bara terbesar dunia.

Situasi ini memicu perkiraan bahwa pasokan dari Australia akan digunakan untuk menutup kekurangan kebutuhan pasar global.

Di sisi lain, permintaan batu bara diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang seiring datangnya cuaca panas di kawasan Asia Timur Laut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,733 Juta per Gram, Ahli Prediksi Ada Kenaikan Besar

Kondisi tersebut mendorong penggunaan pendingin ruangan lebih tinggi di negara konsumen utama seperti Tiongkok.

Sementara itu, beberapa negara seperti Jepang juga mulai meningkatkan pemakaian batu bara guna menekan ketergantungan terhadap gas alam cair.

Langkah itu dilakukan setelah penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas ekspor terbesar di Qatar mengganggu sekitar 20% aliran pasokan global.

Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di Jepang, yang menjadi salah satu pembeli utama Australia, tercatat beroperasi dengan tingkat utilisasi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.