Kebijakan Ekspor Indonesia Bikin Harga Batu Bara Dunia Melambung, Ini Penyebabnya

AKURAT BANTEN - Harga acuan batu bara utama di kawasan Asia melonjak ke posisi tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir setelah kebijakan ekspor terbaru Indonesia memicu penundaan pengiriman.
Kondisi ini membuat pasokan semakin ketat di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik menjelang musim panas.
Kontrak berjangka batu bara Newcastle Australia untuk pengiriman Juni tercatat naik hingga US$148,75 per ton pada perdagangan Jumat lalu.
Angka tersebut menjadi level tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak Agustus 2024.
Baca Juga: Rupiah Tembus Level Terburuk 2026, Investor Mulai Tinggalkan Indonesia?
Pada bulan sebelumnya, Indonesia mengumumkan rencana pengambilalihan kendali pengiriman sejumlah komoditas strategis, termasuk batu bara.
Namun, penerapan sistem baru pada Juni justru memunculkan kebingungan di lapangan dan menyebabkan keterlambatan pengiriman dari Indonesia yang merupakan eksportir batu bara terbesar dunia.
Situasi ini memicu perkiraan bahwa pasokan dari Australia akan digunakan untuk menutup kekurangan kebutuhan pasar global.
Di sisi lain, permintaan batu bara diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang seiring datangnya cuaca panas di kawasan Asia Timur Laut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,733 Juta per Gram, Ahli Prediksi Ada Kenaikan Besar
Kondisi tersebut mendorong penggunaan pendingin ruangan lebih tinggi di negara konsumen utama seperti Tiongkok.
Sementara itu, beberapa negara seperti Jepang juga mulai meningkatkan pemakaian batu bara guna menekan ketergantungan terhadap gas alam cair.
Langkah itu dilakukan setelah penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas ekspor terbesar di Qatar mengganggu sekitar 20% aliran pasokan global.
Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di Jepang, yang menjadi salah satu pembeli utama Australia, tercatat beroperasi dengan tingkat utilisasi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






