Nanik S Deyang Ngacir Dikejar Wartawan soal Motor Listrik, Kepala BGN Panik Masuk Alphard

AKURAT BANTEN - Publik tengah menyoroti sikap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Nanik S. Deyang, yang terekam menghindari pertanyaan wartawan terkait polemik pengadaan motor listrik.
Momen tersebut terjadi setelah Nanik menghadiri rapat bersama DPR membahas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 15 Juni 2026.
Usai rapat, Nanik sempat dihujani pertanyaan terkait pengadaan motor listrik BGN yang kini menjadi polemik hukum.
“Bu, soal motor listrik di lapangan bagaimana? Kan tadi sempat dibahas soal anggaran,” tanya salah satu wartawan.
Alih-alih menjawab Nanik terlihat langsung berjalan cepat alias ngacir menuju mobil dinas yang sudah menunggu tanpa memberikan jawaban kepada awak media.
Nanik memilih tetap berjalan menuju mobil Toyota Alphard putih yang menjemputnya tanpa memberikan tanggapan. Wartawan juga sempat menanyakan soal aksi demonstrasi yang belakangan ramai terjadi, tetapi lagi-lagi tak dijawab.
Baca Juga: Diterima Gibran di Istana Wapres, Mahasiswa Beri Tenggat 5 Hari untuk Realisasi Tuntutan
Dalam kesempatan itu, Nanik justru mengumumkan bahwa Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, kini ditunjuk sebagai juru bicara resmi lembaga.
Menurut Nanik, penunjukan jubir dilakukan atas masukan DPR agar komunikasi publik BGN lebih terstruktur ke depan.
Anggaran Motor Listrik BGN Jadi Sorotan
Kasus pengadaan motor listrik di tubuh BGN sebelumnya memang tengah menjadi perhatian publik. Pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana, BGN diketahui mengadakan 21.801 unit motor listrik dengan total anggaran mencapai Rp1,03 triliun.
Motor tersebut disebut akan digunakan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program MBG.
Namun, proses pengadaan diduga bermasalah. Aparat penegak hukum menemukan indikasi markup harga dalam proyek tersebut. Selain itu, vendor pengadaan juga dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis.
Akibat kasus itu, Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka, termasuk Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, hingga pimpinan perusahaan vendor pengadaan.
Polemik ini pun terus menjadi perhatian publik, terutama terkait transparansi penggunaan anggaran jumbo dalam program prioritas pemerintah. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







