Banten

Bukan Jenderal Biasa, Bagher Ghalibaf Jadi Sosok Kunci Iran yang Disebut Berhasil Memaksa AS Duduk di Meja Negosiasi

Aullia Rachma Puteri | 23 Juni 2026, 16:12 WIB
Bukan Jenderal Biasa, Bagher Ghalibaf Jadi Sosok Kunci Iran yang Disebut Berhasil Memaksa AS Duduk di Meja Negosiasi
Mohammad Bagher Ghalibaf

AKURAT BANTEN – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap hubungan Iran dan Amerika Serikat, nama Mohammad Bagher Ghalibaf mencuat sebagai salah satu figur paling berpengaruh di Republik Islam Iran.

Politikus senior yang kini menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran itu disebut memainkan peran penting dalam berbagai langkah diplomasi yang dilakukan Teheran.

Bagher Ghalibaf memiliki perjalanan karier panjang yang dimulai dari dunia militer.

Ia bergabung dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) sejak usia muda dan ikut terlibat dalam berbagai operasi penting selama perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.

Baca Juga: Warga AS Terbelah, Survei Ungkap Banyak yang Yakin Iran Jadi Pihak Paling Diuntungkan dari Kesepakatan Damai

Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan struktur keamanan dan pertahanan negara.

Setelah meniti karier di lingkungan militer, Ghalibaf dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.

Ia pernah menjabat sebagai komandan Angkatan Udara Garda Revolusi sebelum kemudian dipercaya memimpin Kepolisian Nasional Iran.

Di posisi itu, ia dikenal sebagai sosok yang mendorong modernisasi institusi kepolisian dan peningkatan pelayanan publik.

Baca Juga: Kabar Mengejutkan dari Iran, Sanksi Berpotensi Dicabut Keran Ekspor Minyak Kembali Dibuka

Karier politiknya semakin menanjak ketika ia terpilih menjadi Wali Kota Teheran.

Jabatan tersebut diembannya selama lebih dari satu dekade dan menjadi salah satu periode yang mengangkat popularitasnya di kalangan masyarakat Iran.

Selama memimpin ibu kota, Ghalibaf fokus pada pembangunan infrastruktur, transportasi publik, dan penataan kawasan perkotaan.

Pengaruhnya yang terus berkembang membuat Ghalibaf beberapa kali masuk dalam bursa calon presiden Iran.

Baca Juga: MoU Islamabad Disambut Negara R-4, Pakistan hingga Mesir Desak AS-Iran Segera Capai Kesepakatan Final

Meski belum berhasil menduduki kursi presiden, ia tetap menjadi salah satu figur utama dalam kelompok politik konservatif yang memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan negara.

Belakangan, nama Ghalibaf kembali menjadi sorotan setelah dipercaya memimpin berbagai pembicaraan penting yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Dalam sejumlah laporan internasional, ia disebut sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam proses diplomasi yang bertujuan meredakan ketegangan antara kedua negara.

Kepercayaan yang diberikan kepada Ghalibaf tidak lepas dari posisinya yang kuat di dalam struktur politik Iran.

Baca Juga: Bocoran Memorandum AS-Iran Ungkap Skema Investasi 300 Miliar Dolar, Trump Hadapi Risiko Politik Baru

Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan berbagai kelompok di dalam negeri sekaligus menyampaikan posisi Iran dalam forum internasional secara efektif.

Selain dikenal sebagai negosiator ulung, Ghalibaf juga disebut memiliki hubungan dekat dengan lingkaran elite kekuasaan Iran.

Kedekatan tersebut membuatnya sering dipercaya menangani berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional maupun hubungan luar negeri.

Para pengamat menilai kombinasi pengalaman militer, kemampuan politik, dan jaringan yang luas menjadi modal utama Ghalibaf dalam menjalankan perannya.

Baca Juga: Rancangan Kesepakatan AS–Iran Berpotensi Membuka Akses Aset Bernilai Ratusan Miliar Dolar

Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam menentukan arah masa depan Iran.

Di tengah dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah yang terus berubah, sosok Bagher Ghalibaf diperkirakan akan tetap memainkan peran penting.

Baik dalam urusan domestik maupun diplomasi internasional, namanya kini menjadi salah satu yang paling diperhitungkan di panggung politik Iran.

Dengan rekam jejak panjang dan posisi strategis yang dimilikinya saat ini, Ghalibaf bukan hanya seorang pejabat tinggi negara, tetapi juga figur yang berpotensi menentukan arah kebijakan Iran pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Babak Baru Timur Tengah: Iran Bakal Diguyur Investasi Rp5.310 Triliun Usai Damai dengan AS, Kok Bisa?

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.