Jutaan Akun Anak di Indonesia Dihapus TikTok dan YouTube, Apa Penyebabnya?

AKURAT BANTEN - Perusahaan media sosial TikTok dan YouTube dilaporkan telah menonaktifkan sekitar 4,7 juta akun yang teridentifikasi dimiliki oleh anak-anak berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.
Langkah ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari implementasi kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur yang mulai diberlakukan pemerintah.
TikTok, platform media sosial yang dimiliki perusahaan teknologi asal China ByteDance, telah menonaktifkan sekitar 4,1 juta akun.
Sementara itu, YouTube yang berada di bawah naungan Alphabet (Google) telah menghapus sekitar 600.000 akun.
Baca Juga: Indonesia Targetkan Stop Impor Garam pada 2027, Begini Strategi Pemerintah
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan pada Kamis malam bahwa pemerintah berharap platform digital lainnya turut mengambil langkah serupa untuk mematuhi regulasi yang berlaku.
Hingga saat ini, baik TikTok maupun YouTube belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan penonaktifan jutaan akun tersebut maupun pernyataan dari pemerintah Indonesia.
Pada Maret lalu, pemerintah Indonesia resmi menerbitkan regulasi yang mengharuskan platform media sosial dengan tingkat risiko tinggi menonaktifkan akun milik pengguna berusia di bawah 16 tahun.
Selain TikTok dan YouTube, aturan tersebut juga mencakup platform lain seperti X, Instagram milik Meta, serta platform permainan daring Roblox.
Meutya Hafid menegaskan bahwa tujuan pemerintah bukan sekadar membatasi akses anak terhadap media sosial, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan tanggung jawab dari setiap platform digital.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini tengah mengevaluasi laporan penilaian mandiri yang telah disampaikan oleh masing-masing perusahaan.
Kebijakan pembatasan media sosial di Indonesia diterapkan untuk menekan berbagai risiko yang dapat dialami anak-anak, seperti perundungan siber (cyberbullying), kecanduan media sosial, hingga dampak negatif terhadap kesehatan mental.
Langkah ini mengikuti kebijakan serupa yang lebih dahulu diterapkan Australia pada tahun lalu sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai pengaruh media sosial terhadap generasi muda.
Kebijakan yang diterapkan Australia tersebut kini menjadi perhatian banyak negara dan dipantau secara luas sebagai salah satu model regulasi perlindungan anak di ruang digital.
Sejumlah negara mulai mempertimbangkan penerapan aturan serupa demi menjaga kesehatan mental maupun kesehatan fisik anak-anak dan remaja dari dampak penggunaan media sosial yang berlebihan.
Sementara itu, Inggris juga mengumumkan pada bulan ini rencana untuk memperluas kebijakan pembatasan media sosial.
Aturan yang sedang disiapkan tidak hanya menyasar media sosial konvensional, tetapi juga akan mencakup platform permainan daring serta layanan siaran langsung (live streaming) guna memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh bagi pengguna di bawah umur.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 95 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026
- 10Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana






