Banten

AI Mengubah Segalanya, Komdigi Nilai Literasi Digital Lama Tak Lagi Relevan

Viona Sebastian Nolani | 29 Juni 2026, 16:11 WIB
AI Mengubah Segalanya, Komdigi Nilai Literasi Digital Lama Tak Lagi Relevan
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (25/06/2026). (Ardi Widiyansah/Komdigi)

AKURAT BANTEN - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut pendekatan literasi digital yang hanya menitikberatkan pada kemampuan dasar menggunakan perangkat dan akses internet sudah tidak cukup untuk menghadapi perkembangan era kecerdasan artifisial (AI).

Menurutnya, program peningkatan literasi digital saat ini perlu mengalami perubahan arah dengan menyesuaikan kebutuhan zaman.

Fokus utama bukan lagi sekadar memahami teknologi, tetapi meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih produktif, adaptif, dan mampu memanfaatkan perkembangan digital secara tepat.

“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” jelasnya.

Baca Juga: PP TUNAS Mulai Berdampak, 4,7 Juta Akun Anak Ditutup Demi Lindungi Ruang Digital

Transformasi program literasi digital tersebut dinilai sejalan dengan rekomendasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), terutama setelah Kementerian Komdigi menjalankan berbagai program literasi digital selama hampir 10 tahun.

“Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu,” ungkap Wamen Nezar.

Ia menjelaskan, fase edukasi mengenai cara menggunakan gadget serta pengenalan dasar untuk memasuki dunia digital dinilai sudah terlewati.

Sementara itu, materi dasar mengenai keamanan digital dan etika dalam ruang online juga mulai banyak diterapkan oleh berbagai platform digital melalui aturan serta kebijakan internal mereka.

Baca Juga: 5 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan Didesak Hentikan Pelatihan Militer

“Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain,” imbuhnya.

Wamen Nezar menambahkan bahwa strategi baru literasi digital Kementerian Komdigi kini diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi di era digital, terutama terkait penyebaran disinformasi, misinformasi, hingga hoaks.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.