AI Mengubah Segalanya, Komdigi Nilai Literasi Digital Lama Tak Lagi Relevan

AKURAT BANTEN - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut pendekatan literasi digital yang hanya menitikberatkan pada kemampuan dasar menggunakan perangkat dan akses internet sudah tidak cukup untuk menghadapi perkembangan era kecerdasan artifisial (AI).
Menurutnya, program peningkatan literasi digital saat ini perlu mengalami perubahan arah dengan menyesuaikan kebutuhan zaman.
Fokus utama bukan lagi sekadar memahami teknologi, tetapi meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih produktif, adaptif, dan mampu memanfaatkan perkembangan digital secara tepat.
“Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang,” jelasnya.
Baca Juga: PP TUNAS Mulai Berdampak, 4,7 Juta Akun Anak Ditutup Demi Lindungi Ruang Digital
Transformasi program literasi digital tersebut dinilai sejalan dengan rekomendasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), terutama setelah Kementerian Komdigi menjalankan berbagai program literasi digital selama hampir 10 tahun.
“Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu,” ungkap Wamen Nezar.
Ia menjelaskan, fase edukasi mengenai cara menggunakan gadget serta pengenalan dasar untuk memasuki dunia digital dinilai sudah terlewati.
Sementara itu, materi dasar mengenai keamanan digital dan etika dalam ruang online juga mulai banyak diterapkan oleh berbagai platform digital melalui aturan serta kebijakan internal mereka.
Baca Juga: 5 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan Didesak Hentikan Pelatihan Militer
“Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain,” imbuhnya.
Wamen Nezar menambahkan bahwa strategi baru literasi digital Kementerian Komdigi kini diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi di era digital, terutama terkait penyebaran disinformasi, misinformasi, hingga hoaks.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









