Banten

Setelah Fregat Merah Putih, PT PAL Indonesia Gebrak Dunia dengan Landing Dock 124 Meter LD Philippines #1

Viona Sebastian Nolani | 30 Juni 2026, 15:56 WIB
Setelah Fregat Merah Putih, PT PAL Indonesia Gebrak Dunia dengan Landing Dock 124 Meter LD Philippines #1
Progres pembangunan kapal Landing Dock Philippines pada minggu pertama bulan Juni. (Corcomm Pal)

AKURAT BANTEN - Setelah berhasil meluncurkan Fregat Merah Putih berukuran 140 meter pada akhir Desember 2025, PT PAL Indonesia kembali melanjutkan komitmennya dalam membangun alat utama sistem senjata (alutsista) strategis nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan agenda peluncuran Landing Dock (LD) Philippines #1 dengan panjang 124 meter yang direncanakan digelar pada akhir Juni 2026.

Kapal tersebut menjadi unit pertama dari proyek pengadaan dua kapal Landing Dock generasi terbaru untuk Philippine Navy.

Seluruh proses produksinya dilakukan di fasilitas galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

Baca Juga: Warisan Sejarah Tahun 901 M di Purworejo Dalam Bahaya, Tebing Sungai Bogowonto Terus Terkikis

Proyek ini menjadi salah satu bukti kuat atas meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kemampuan industri pertahanan maritim Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan percepatan pembangunan LD Philippines #1 menunjukkan kesiapan infrastruktur produksi, pengelolaan rantai pasok yang semakin optimal, serta kualitas sumber daya manusia PT PAL dalam menyelesaikan proyek strategis sesuai target dengan tetap menjaga standar mutu internasional.

“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di Insan PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat united ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Kaharuddin.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses transformasi besar yang dilakukan PT PAL dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Daya Saing Indonesia Anjlok 21 Peringkat, Kalah dari Malaysia hingga Vietnam di Ranking Dunia 2026

Perusahaan memperkuat sektor fundamental keuangan, melakukan pembaruan fasilitas produksi, mempercepat waktu pengerjaan kapal, serta menerapkan sistem digital terintegrasi untuk menciptakan budaya kerja yang lebih fleksibel, sinergis, dan fokus terhadap peningkatan produktivitas.

Perubahan tersebut terlihat jelas dalam pembangunan LD Philippines #1 yang mencatat perkembangan signifikan dengan keberhasilan memangkas waktu pengerjaan dock hanya dalam kurun enam bulan.

Capaian ini lebih cepat dibandingkan proses pembangunan dua kapal sebelumnya, yaitu Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin juga menjelaskan, “pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina.

Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL” ujarnya.

Kepercayaan dari Philippine Navy tersebut tidak terlepas dari pengalaman PT PAL dalam menyelesaikan serta menyerahkan dua kapal Landing Platform Dock sebelumnya, yaitu BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kedua kapal tersebut hingga saat ini menjadi bagian penting dalam mendukung kemampuan angkut strategis armada laut Filipina.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi PT PAL dalam industri pertahanan kapal perang tingkat global.

Menjelang tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah memasuki salah satu fase penting dalam rangkaian produksi kapal.

Momen peluncuran menjadi tanda bahwa konstruksi utama platform kapal telah selesai sekaligus memastikan kapal siap melanjutkan proses berikutnya.

Setelah berada di laut, kapal akan menjalani tahapan penyelesaian sistem, pemasangan dan integrasi berbagai perangkat, hingga memasuki proses pengujian kemampuan di laut atau sea trial.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.