Lionel Scaloni Menangis Usai Argentina Bangkit Dramatis, Pengakuannya soal Messi Bikin Merinding

AKURAT BANTEN - Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tak mampu menyembunyikan emosinya usai kemenangan dramatis yang membawa Tim Tango melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.
Laga yang berlangsung di Mercedes-Benz Arena, Atlanta, Georgia, pada 7 Juli (waktu Vietnam) itu menjadi salah satu pertandingan paling berkesan sepanjang karier kepelatihannya.
Argentina sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal 2-0. Namun, sang juara bertahan bangkit dengan mencetak tiga gol hanya dalam rentang 10 menit.
Kebangkitan luar biasa tersebut dipimpin oleh Lionel Messi yang kembali tampil sebagai pembeda di saat tim paling membutuhkan.
Baca Juga: KRI Bima Suci Siaga Penuh di Laut Sulu, TNI AL Gelar Peran Jaga Perang Hadapi Ancaman Pembajak
Keberhasilan itu membuat Scaloni larut dalam emosi.
Pelatih berusia 48 tahun tersebut bahkan tidak sanggup menyelesaikan sesi wawancara usai pertandingan seperti yang biasa dilakukannya.
Saat ditanya mengenai perasaannya oleh seorang jurnalis, Scaloni menjawab dalam bahasa Spanyol: "Saya tidak bisa, maaf. Saya terlalu emosional, sungguh kelompok pemain yang fantastis. Teman saya, itu saja. Saya harus pergi, saya tidak bisa."
Bukan hanya Scaloni yang menitikkan air mata setelah kemenangan bersejarah tersebut.
Baca Juga: Terungkap Jejak Tsunami Aceh 2004 yang Tersembunyi di Dalam Tanah
Lionel Messi juga tampak menangis ketika peluit panjang berbunyi.
Sang kapten menyadari bahwa impiannya untuk meraih gelar Piala Dunia kedua masih tetap hidup, setelah sebelumnya sempat berada di ambang kegagalan sekitar 20 menit sebelumnya.
Walaupun gagal memanfaatkan peluang dari titik penalti pada babak pertama, pemain berusia 39 tahun itu kembali menunjukkan kualitasnya di momen penentu.
Messi sukses menyumbang satu gol dan satu assist untuk membawa Argentina melakukan comeback spektakuler.
Biasanya, seorang pelatih atau pemain menghentikan wawancara karena merasa kecewa terhadap pertanyaan media.
Namun, situasi yang dialami Scaloni berbeda. Ia benar-benar tidak mampu mengendalikan emosinya sehingga memilih mengakhiri wawancara lebih cepat.
Atmosfer di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Georgia, seusai pertandingan pun mengingatkan pada momen final Piala Dunia 2022 saat Argentina menaklukkan Prancis melalui drama adu penalti.
Messi berkali-kali diangkat oleh rekan-rekan setimnya sebagai bentuk penghormatan.
Di sisi lain, para pemain dan staf pelatih terlihat meneteskan air mata sambil menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
Dalam konferensi pers setelah laga, Scaloni memberikan pujian tinggi kepada Messi.
Menurutnya, sang kapten memperlihatkan mental luar biasa setelah mampu bangkit dari kegagalan mengeksekusi penalti keduanya di turnamen ini pada awal pertandingan.
"Messi gagal mengeksekusi penalti, tetapi dia terus meminta bola dan melakukan tembakan, berulang kali. Jujur, itu membuat saya merinding. Inilah sifat kami orang Argentina. Kami bermain sepak bola dengan sepenuh hati," ungkap pelatih Scaloni.
“Apa yang telah kita raih hari ini sama baiknya dengan apa pun yang telah kita raih di masa lalu bersama tim ini. Saya menangis karena saya sangat emosional. Tetapi yang pasti, tim ini tidak akan pernah meninggalkan rakyat Argentina.”
"Saya merasakan penderitaan seperti penggemar lainnya, tetapi itulah mengapa saya seorang pelatih, untuk menunjukkan kasih sayang kepada semua orang di saat-saat seperti ini. Dan itu adalah sesuatu yang sering saya diskusikan dengan staf pelatih saya. Bagi kita semua yang bermain sepak bola, emosi ini sulit untuk digambarkan," pungkas pelatih kelahiran 1978 itu.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






