Kante Dipanggil tapi Tak Dimainkan, Misteri Keputusan Deschamps yang Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia 2026

AKURAT BANTEN - Usai Prancis tersingkir dari Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026, perhatian publik mulai tertuju pada kinerja lini tengah Les Bleus.
Salah satu hal yang paling banyak diperbincangkan adalah keputusan Didier Deschamps yang jarang memberikan kesempatan bermain kepada N’Golo Kante sejak awal turnamen.
Thierry Henry menjadi salah satu sosok yang secara terbuka mengkritik keputusan tersebut.
Legenda Arsenal dan tim nasional Prancis itu menilai Deschamps melakukan kesalahan dalam menentukan komposisi pemain.
Baca Juga: Meteor Terang Melintas di Langit Jawa, Terungkap Penyebab Cahaya Hijau dan Suara Dentuman Misterius
Menurut Henry, pengalaman serta kualitas Kante seharusnya tetap menjadi pertimbangan utama dan sang gelandang tidak semestinya hanya menjadi penghuni bangku cadangan selama Piala Dunia.
Henry menilai absennya Kante membuat Prancis kehilangan sejumlah aspek penting di sektor tengah ketika menghadapi Spanyol.
Mulai dari kemampuan mengatur tempo pertandingan, memberikan energi dalam perebutan bola, hingga menjaga keseimbangan pertahanan.
Ia menyebut Kante sejak lama dikenal sebagai pemain yang memiliki semua atribut tersebut.
Baca Juga: Terungkap Rahasia Orbit Satelit Indonesia, Ternyata Posisi di Angkasa Menentukan Segalanya
Bagi Henry, Kante bukan sekadar gelandang yang bertugas merebut bola dari lawan.
Pemain tersebut juga dianggap sebagai sosok pemimpin yang tenang dan mampu menjaga stabilitas permainan tim.
Juara Piala Dunia 1998 itu percaya bahwa keberadaan Kante sering memberikan pengaruh besar terhadap cara Prancis bermain, terutama saat menghadapi laga dengan tekanan tinggi.
Selain Henry, pernyataan yang disebut-sebut berasal dari Jose Mourinho juga ramai beredar di media sosial.
Dalam kutipan tersebut, pelatih asal Portugal itu dikabarkan menyatakan bahwa dirinya tidak terlalu kecewa melihat Prancis kalah dari Spanyol, melainkan lebih menyayangkan keputusan Deschamps yang membawa Kante ke turnamen tetapi tidak memberinya kesempatan bermain sama sekali.
Mourinho kemudian mengingat kembali keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, ketika Kante bersama Paul Pogba menjadi bagian penting dari kekuatan lini tengah Les Bleus.
Menurutnya, pertandingan semifinal terbaru memperlihatkan bagaimana Spanyol mampu menguasai jalannya laga dalam banyak momen, meskipun Prancis datang dengan skuad yang dipenuhi pemain berkualitas.
"Saya tidak tahu bagaimana hati nuraninya akan menilai hal itu," komentar Mourinho ketika berbicara tentang keputusan Deschamps.
Perlu diketahui, Kante tidak mengalami kendala kebugaran atau cedera selama fase akhir Piala Dunia 2026.
Berdasarkan informasi dari sumber internal tim nasional Prancis, gelandang berusia 35 tahun tersebut berada dalam kondisi siap bermain, tetapi tetap lebih sering berada di bangku cadangan.
Ketika Aurelien Tchouameni harus absen akibat cedera, Deschamps tetap memilih alternatif lain untuk mengisi lini tengah.
Kouadio “Manu” Kone menjadi pilihan utama dan dipercaya tampil sebagai starter dalam empat pertandingan sepanjang turnamen.
Bahkan saat Prancis membutuhkan perubahan di lini tengah dalam laga perempat final melawan Maroko, Deschamps memilih Warren Zaire-Emery dibandingkan memberikan kesempatan kepada Kante.
Serangkaian keputusan tersebut memperlihatkan bahwa Deschamps lebih mengandalkan opsi lain di lini tengah daripada pengalaman Kante.
Namun, kegagalan Prancis mencapai final Piala Dunia 2026 membuat strategi pemilihan pemain sang pelatih kini mendapat evaluasi dan sorotan lebih besar.
Hingga kini, Deschamps belum menjelaskan secara detail alasan dirinya tidak memainkan Kante sepanjang turnamen.
Akan tetapi, komentar dari Henry dan Mourinho membuat keputusan tersebut terus menjadi perdebatan setelah langkah Prancis terhenti di Piala Dunia 2026.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 95 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026
- 10Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana






