Banten

Timnas U17 Tumbang dari Jepang, Namun Garuda Muda Dinilai Punya Masa Depan Cerah

Aullia Rachma Puteri | 13 Mei 2026, 15:34 WIB
Timnas U17 Tumbang dari Jepang, Namun Garuda Muda Dinilai Punya Masa Depan Cerah
Garuda Muda tetap hebat pasca kalah dari Jepang.

AKURAT BANTEN - Timnas U17 Indonesia memang harus menerima kenyataan pahit setelah kalah dari Japan national football team dalam laga penting AFC U-17 Asian Cup di A King Abdullah Sports City, Arab Saudi, Selasa (12/5).

Tetapi di balik hasil yang mengecewakan itu muncul satu hal yang mulai dirasakan banyak pencinta sepak bola Indonesia, yakni harapan baru terhadap perkembangan generasi muda Garuda.

Kekalahan tersebut memang menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki jarak dengan kekuatan elite Asia seperti Jepang, namun pertandingan itu juga memperlihatkan bahwa Garuda Muda perlahan mulai memiliki identitas permainan, keberanian, dan disiplin yang sebelumnya sering dipertanyakan.

Sejak awal pertandingan, Jepang memang tampil sebagai tim yang lebih matang dalam mengontrol tempo permainan.

Baca Juga: Prediksi Skor Persija vs Persib: Duel Panas Penentu Gelar, Siapa Raja Liga 1?

Mereka terlihat sangat tenang ketika menguasai bola, cepat dalam melakukan transisi, dan hampir tidak memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengembangkan permainan.

Namun berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika Indonesia sering kesulitan keluar dari tekanan tim besar Asia, kali ini skuad muda Merah Putih justru mampu memberikan perlawanan yang cukup terorganisasi dalam beberapa fase pertandingan.

Indonesia bahkan sempat menciptakan peluang yang membuat publik percaya bahwa kejutan mungkin saja terjadi. Keberanian para pemain muda untuk tetap mencoba membangun serangan dan tidak hanya bertahan menjadi salah satu sisi positif yang banyak mendapat apresiasi dari suporter sepak bola nasional.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto juga menegaskan bahwa dirinya tetap melihat perkembangan positif dari tim meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo di Ambang Akhiri Puasa Gelar Liga Bersama Al Nassr, Momen Bersejarah Bisa Terjadi Pekan Depan

“Secara hasil kita kalah, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi saya mengapresiasi kerja keras para pemain, terutama kedisiplinan mereka di sepanjang laga,” ujar Kurniawan setelah pertandingan.

Pernyataan tersebut cukup menggambarkan bagaimana pertandingan melawan Jepang bukan hanya soal skor akhir, tetapi juga soal proses perkembangan tim muda Indonesia yang mulai menunjukkan karakter lebih jelas dibanding sebelumnya.

Dalam beberapa momen pertandingan, Indonesia terlihat lebih berani melakukan pressing, lebih disiplin menjaga bentuk permainan, dan tidak sepenuhnya kehilangan mental ketika mendapat tekanan besar dari lawan.

Meski begitu, pertandingan ini juga menjadi pengingat bahwa Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin benar-benar bersaing dengan negara seperti Jepang.

Baca Juga: Prediksi Skor Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Madura United: Tuan Rumah Terancam Tumbang?

Salah satu kelemahan terbesar yang kembali terlihat adalah soal transisi permainan ketika kehilangan bola, sesuatu yang langsung dihukum oleh Jepang dengan sangat efektif.

“Memang dua gol terjadi karena transisi negatif kita ketika kehilangan bola dan lawan mampu memanfaatkan itu,” kata Kurniawan menjelaskan penyebab kekalahan timnya.

Hal tersebut sebenarnya memperlihatkan perbedaan terbesar antara Indonesia dan Jepang saat ini. Jepang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga sangat disiplin secara taktik, cepat membaca situasi permainan, dan hampir selalu mampu memanfaatkan kesalahan kecil lawan menjadi peluang berbahaya. Itulah yang membuat mereka tetap menjadi standar tertinggi sepak bola Asia hingga sekarang.

Namun di tengah kekalahan tersebut, publik Indonesia tampaknya mulai melihat sesuatu yang berbeda dari generasi muda kali ini.

Baca Juga: Suporter Tandang Masih Dilarang, Atmosfer Liga Indonesia Jadi Berubah?

Banyak pencinta sepak bola merasa permainan Timnas U17 Indonesia sudah lebih terstruktur dan memiliki arah yang lebih jelas dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Kekalahan memang menyakitkan, tetapi proses perkembangan yang mulai terlihat justru menghadirkan optimisme baru untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Kini Garuda Muda masih memiliki peluang untuk bangkit di pertandingan berikutnya. Kurniawan pun menegaskan bahwa perjuangan timnya belum selesai. “Masih tersisa satu pertandingan, dan segala kemungkinan masih bisa terjadi,” ujarnya.

Kalimat itu mungkin sederhana, tetapi cukup menggambarkan semangat yang saat ini mulai tumbuh di sekitar Timnas U17 Indonesia. Bahwa meski kalah dari Jepang, publik mulai percaya Indonesia perlahan sedang bergerak menuju level yang lebih baik di sepak bola Asia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.