Borneo FC Menang Poin Sama Tak Cukup, Persib Tetap Juara! Begini Aturan yang Bikin Bobotoh Pesta

AKURAT BANTEN - Persib Bandung akhirnya resmi mengunci gelar BRI Super League 2025/2026 setelah melalui persaingan dramatis hingga pekan terakhir musim ini.
Maung Bandung memastikan diri menjadi kampiun usai menutup musim dengan kemenangan penting atas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026), sekaligus mempertahankan posisi puncak klasemen dari kejaran ketat Borneo FC.
Namun menariknya, keberhasilan Persib menjadi juara sempat memunculkan pertanyaan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.
Pasalnya, Borneo FC juga berhasil mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sangat ketat dan tampil konsisten sepanjang musim. Banyak yang bertanya-tanya mengapa Persib tetap dinobatkan sebagai juara meski persaingan berlangsung begitu tipis.
Baca Juga: Tangis, Selebrasi, dan Trofi! Persib Bandung Akhirnya Kunci Gelar Juara di Hadapan Bobotoh
Jawabannya terletak pada regulasi kompetisi yang digunakan operator liga musim ini. Dalam aturan BRI Super League 2025/2026, penentuan posisi klasemen tidak langsung melihat selisih gol apabila ada dua tim memiliki poin sama. Regulasi pertama yang dipakai adalah head to head atau rekor pertemuan kedua tim sepanjang musim.
Di sinilah Persib unggul atas Borneo FC. Dalam dua pertemuan musim ini, Maung Bandung mampu meraih hasil yang lebih baik dibanding Pesut Etam sehingga mereka berhak berada di posisi lebih tinggi meski jarak poin sangat tipis hingga akhir kompetisi.
Keberhasilan Persib terasa semakin spesial karena mereka harus menghadapi tekanan besar sepanjang putaran kedua musim ini.
Tim asuhan Bojan Hodak sempat kehilangan beberapa pemain inti akibat cedera dan akumulasi kartu, tetapi kedalaman skuad serta mental juara membuat mereka tetap mampu menjaga konsistensi di jalur perebutan gelar.
Baca Juga: Thomas Tuchel Coret Semua Pemain Liverpool dari Timnas Inggris, Fans Three Lions Langsung Bereaksi
Nama-nama seperti Ciro Alves, Tyronne del Pino, hingga David da Silva kembali menjadi pembeda dalam perjalanan Persib musim ini.
Ketiganya berkali-kali muncul sebagai penentu kemenangan penting, terutama ketika Persib menghadapi laga-laga krusial di akhir musim.
Selain itu, dukungan Bobotoh juga menjadi faktor penting di balik keberhasilan Persib mempertahankan performa mereka. Stadion GBLA nyaris selalu dipenuhi lautan biru setiap laga kandang, menciptakan atmosfer yang membuat lawan sulit berkembang.
Sementara itu, Borneo FC sebenarnya juga tampil luar biasa musim ini. Tim asal Samarinda tersebut menjadi salah satu klub paling stabil sejak awal kompetisi dan sempat beberapa kali memimpin klasemen.
Baca Juga: Jelang Borneo FC vs Malut United, David da Silva Tegas: Saya Tidak Pikirkan Persib
Pelatih Fabio Lefundes bahkan sukses mengubah Pesut Etam menjadi tim dengan organisasi permainan yang solid dan disiplin.
Sayangnya, hasil imbang melawan Persijap Jepara pada pekan ke-33 menjadi titik yang sangat merugikan bagi Borneo FC. Ketika itu Persib justru berhasil mencuri kemenangan dramatis atas PSM Makassar sehingga posisi klasemen berubah menjelang laga terakhir musim ini.
Walaupun gagal menjadi juara, musim Borneo FC tetap layak diapresiasi. Mereka menjadi rival paling serius Persib dan menunjukkan bahwa persaingan papan atas sepak bola Indonesia kini semakin kompetitif.
Bagi Persib, gelar musim ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga bukti bahwa mereka berhasil menjaga mental juara di tengah tekanan besar.
Baca Juga: Borneo FC Belum Menyerah! Pesut Etam Masih Intip Keajaiban di Pekan Terakhir Super League
Setelah sukses menjadi kampiun, Maung Bandung kini resmi mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan paling dominan dalam era baru sepak bola Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








