Banten

Lebih Besar, Lebih Panjang, dan Penuh Kejutan, Inilah Wajah Baru Piala Dunia 2026

Aullia Rachma Puteri | 12 Juni 2026, 21:25 WIB
Lebih Besar, Lebih Panjang, dan Penuh Kejutan, Inilah Wajah Baru Piala Dunia 2026
Berbagai hal baru dalam Piala Dunia 2026.

AKURAT BANTEN - Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang belum pernah dilihat dunia sepak bola sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, FIFA menghadirkan 48 peserta, naik drastis dari 32 tim yang digunakan sejak edisi 1998. Perubahan tersebut bukan sekadar menambah jumlah negara peserta, tetapi juga mengubah struktur kompetisi secara keseluruhan.

Jika Piala Dunia 2022 di Qatar hanya menghadirkan 64 pertandingan, maka edisi 2026 akan menyuguhkan total 104 laga. Artinya, penggemar sepak bola akan mendapatkan 40 pertandingan tambahan, atau hampir setara dengan satu turnamen Piala Dunia edisi lama.

Bagi FIFA, format baru ini merupakan upaya memperluas kesempatan bagi lebih banyak negara untuk merasakan panggung terbesar sepak bola dunia. Namun di sisi lain, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Dari 32 Menjadi 48 Peserta

Penambahan jumlah peserta menjadi perubahan paling mencolok. Dengan format baru, semakin banyak negara yang memiliki peluang lolos ke putaran final. Asia kini mendapat jatah delapan slot langsung ditambah satu tempat play-off antarbenua. Afrika memperoleh sembilan tiket langsung, sementara Amerika Selatan mendapat enam slot otomatis.

Baca Juga: Bukan Argentina atau Prancis, Sosok yang Sukses Tebak 3 Juara Piala Dunia Beruntun Pilih Tim Ini untuk Angkat Trofi 2026

Perubahan ini membuka peluang bagi negara-negara yang sebelumnya kesulitan menembus Piala Dunia. Tim seperti Uzbekistan, Yordania, Venezuela, atau bahkan Indonesia memiliki kesempatan yang jauh lebih besar dibanding era 32 peserta.

FIFA berharap perluasan peserta dapat membantu perkembangan sepak bola global dengan memberi pengalaman kompetisi tingkat dunia kepada lebih banyak negara.

Fase Grup Tetap Empat Tim

Saat pertama kali mengumumkan format 48 peserta, FIFA sempat berencana membagi tim ke dalam grup berisi tiga negara. Namun gagasan tersebut mendapat banyak kritik karena berpotensi membuka peluang praktik "main aman" atau hasil yang menguntungkan dua tim tertentu.

Akhirnya FIFA memilih format yang lebih familiar. Sebanyak 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat negara.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Punya Calon Kejutan Besar, Dipimpin Haaland dan Dua Bintang yang Mulai Mencuri Perhatian

Dua tim terbaik dari setiap grup akan lolos ke fase gugur. Selain itu, delapan peringkat ketiga terbaik juga akan melaju ke babak berikutnya.

Sistem ini membuat lebih banyak tim memiliki peluang bertahan hingga akhir fase grup, sehingga persaingan diperkirakan akan semakin ketat.

Jalan Menuju Gelar Kini Semakin Panjang

Jika sebelumnya juara dunia harus memainkan maksimal tujuh pertandingan, kini jumlah tersebut meningkat menjadi delapan laga.

Sekilas penambahan satu pertandingan mungkin tidak terasa signifikan. Namun bagi pemain dan pelatih, satu pertandingan tambahan berarti risiko cedera yang lebih tinggi, kebutuhan rotasi yang lebih besar, serta tuntutan fisik yang semakin berat.

Baca Juga: Bukan Pemain atau Suporter, Kini Wasit Piala Dunia 2026 yang Jadi Korban Kebijakan Imigrasi AS

Tidak mengherankan jika kedalaman skuad diperkirakan akan menjadi faktor yang jauh lebih menentukan dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Negara-negara seperti Prancis, Inggris, Spanyol, dan Argentina yang memiliki stok pemain berkualitas dalam jumlah besar berpotensi mendapatkan keuntungan dari situasi ini.

Turnamen Terbesar dalam Sejarah

Piala Dunia 2026 juga akan menjadi edisi pertama yang digelar oleh tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sebanyak 16 kota akan menjadi tuan rumah pertandingan. Jarak antarkota yang sangat jauh membuat aspek logistik menjadi tantangan tersendiri bagi peserta.

Baca Juga: Belum Dimulai Sudah Penuh Drama, Ini 5 Ancaman yang Membayangi Piala Dunia 2026

Sebagai perbandingan, seluruh pertandingan Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar yang luas wilayahnya bahkan lebih kecil dibanding sebagian besar provinsi di Indonesia. Kini tim-tim peserta harus menghadapi perjalanan lintas negara dan ribuan kilometer selama turnamen berlangsung.

Namun di balik tantangan tersebut, FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 akan memecahkan berbagai rekor, mulai dari jumlah penonton stadion hingga total audiens televisi global.

Lebih Banyak Kesempatan untuk Melahirkan Kejutan

Salah satu dampak menarik dari format baru adalah meningkatnya peluang munculnya kisah-kisah tak terduga.

Sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa kejutan selalu menjadi bagian penting dari turnamen. Kroasia mencapai final pada 2018, sementara Maroko mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang menembus semifinal pada 2022.

Dengan 48 peserta, kemungkinan lahirnya cerita serupa semakin besar. Tim-tim yang sebelumnya hanya menjadi penonton kini memiliki peluang tampil dan bahkan mengganggu dominasi negara-negara elite.

Baca Juga: 5 Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026: Spanyol Memimpin, Argentina dan Prancis Mengintai

Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang lebih banyak tim atau lebih banyak pertandingan. Turnamen ini adalah eksperimen terbesar FIFA dalam sejarah modern sepak bola. Jika berhasil, edisi ini bisa menjadi awal era baru yang membuat Piala Dunia semakin inklusif dan kompetitif.

Namun satu hal yang sudah pasti: mulai 2026, jalan menuju trofi emas akan menjadi lebih panjang, lebih melelahkan, dan mungkin lebih dramatis daripada sebelumnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.