Ronaldo Berteriak "Saya Kembali!", Zlatan Langsung Menyentil: "Dia Tidak Pernah Pergi ke Mana-Mana"

AKURAT BANTEN - Cristiano Ronaldo akhirnya mendapatkan malam yang selama ini ia tunggu di Piala Dunia 2026. Setelah menuai kritik usai penampilan kurang meyakinkan pada laga pertama melawan DR Kongo, megabintang Portugal itu bangkit dengan cara yang spektakuler ketika membawa timnya menghancurkan Uzbekistan 5-0 pada laga kedua Grup K.
Ronaldo tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi pusat perhatian lewat selebrasi emosionalnya. Seusai mencatatkan namanya di papan skor, kapten Portugal tersebut berteriak ke arah kamera dan tribun dengan kalimat yang langsung menjadi bahan perbincangan dunia sepak bola:
"I'm back!" atau "Saya kembali!"
Selebrasi itu dianggap sebagai jawaban atas kritik yang mengiringinya dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Ronaldo dinilai gagal memberikan dampak besar saat Portugal ditahan imbang DR Kongo 1-1 pada laga pembuka grup. Di usia 41 tahun, pertanyaan mengenai apakah ia masih mampu menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia kembali bermunculan.
Namun kemenangan telak atas Uzbekistan seolah menjadi pengingat bahwa Ronaldo belum habis. Ia tampil lebih tajam, lebih aktif, dan membantu Portugal meraih kemenangan pertama mereka di turnamen ini. Hasil tersebut juga membuka peluang besar Selecao das Quinas untuk lolos ke babak gugur.
Baca Juga: Prediksi Skor Skotlandia vs Brasil: Pertaruhan Tiket 32 Besar, Akankah Brasil Tergelincir?
Meski demikian, tidak semua orang terkesan dengan selebrasi Ronaldo. Salah satu kritik datang dari mantan striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic, sosok yang selama bertahun-tahun kerap dibandingkan dengan Ronaldo karena karakter kompetitif dan kepercayaan dirinya yang sama-sama tinggi.
Menurut Zlatan, teriakan "Saya kembali" justru terasa tidak perlu.
"Kembali dari mana? Dia tidak pernah pergi ke mana-mana," ucap Zlatan saat memberikan tanggapan setelah pertandingan.
Bagi mantan penyerang Paris Saint-Germain, AC Milan, dan Manchester United tersebut, pemain sekaliber Ronaldo tidak perlu membuktikan dirinya setiap kali mencetak gol.
Zlatan menilai status Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Karena itu, satu pertandingan buruk seharusnya tidak mengubah cara orang memandang karier luar biasanya.
Baca Juga: Haaland Bikin Pengakuan Mengejutkan! Sebut Prancis Calon Juara Dunia Jelang Duel Penentuan
Komentar Zlatan memunculkan beragam reaksi. Sebagian setuju bahwa Ronaldo memang tidak perlu lagi mencari validasi dari publik mengingat jumlah gol, trofi, dan rekor yang telah ia kumpulkan sepanjang karier.
Namun ada pula yang memahami emosi Ronaldo. Sebagai pemain yang selalu hidup dalam sorotan, kritik sekecil apa pun sering kali menjadi bahan bakar yang mendorongnya tampil lebih baik.
Fenomena tersebut sebenarnya bukan hal baru. Sepanjang kariernya, Ronaldo berkali-kali menunjukkan kemampuan untuk bangkit ketika diragukan. Dari masa-masa sulit di Manchester United, persaingan sengit dengan Lionel Messi di La Liga, hingga perjalanan panjang bersama Portugal, ia hampir selalu menjawab kritik dengan performa di atas lapangan.
Menariknya, beberapa hari sebelumnya mantan striker Inggris Michael Owen juga sempat memprediksi bahwa Ronaldo akan membungkam para pengkritiknya di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Rekornya Dipecahkan Messi, Klose Malah Angkat Topi: "Dia Pemain Terbaik Sepanjang Masa"
Owen bahkan meyakini sang kapten Portugal masih mampu menjadi pembeda dalam pertandingan besar meski usianya telah memasuki dekade keempat.
Kemenangan atas Uzbekistan belum cukup untuk menghapus semua keraguan. Tantangan yang lebih berat masih menanti Portugal, termasuk duel melawan Kolombia yang kemungkinan akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara Grup K.
Namun satu hal sudah terlihat jelas. Ronaldo masih menjadi pusat gravitasi tim Portugal. Setiap gol, setiap selebrasi, bahkan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya selalu mampu menciptakan perdebatan.
Dan mungkin di situlah letak keistimewaannya. Ketika pemain lain hanya menjadi bagian dari pertandingan, Cristiano Ronaldo selalu berhasil menjadi cerita utama. Bahkan saat Zlatan Ibrahimovic mengkritiknya, yang dibicarakan dunia tetaplah Ronaldo.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







