Norwegia Kalah Telak karena Simpan Haaland? Sang Striker Justru Bela Keputusan Pelatih

AKURAT BANTEN - Kekalahan telak Norwegia dari Prancis pada laga terakhir Grup H Piala Dunia 2026 memang mengejutkan banyak pihak. Namun di balik hasil yang menyakitkan itu, penyerang andalan Erling Haaland justru memilih membela keputusan pelatih Ståle Solbakken yang mengistirahatkan sejumlah pemain inti.
Menurut Haaland, strategi tersebut merupakan pilihan yang masuk akal mengingat Norwegia sudah lebih dulu memastikan tempat di babak 32 besar.
Norwegia harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor mencolok pada pertandingan terakhir fase grup. Dalam laga tersebut, Solbakken melakukan rotasi besar-besaran dengan menyimpan sejumlah pemain kunci, termasuk Haaland, Martin Ødegaard, dan beberapa pilar utama lainnya.
Keputusan itu sempat menuai kritik karena membuat Norwegia kehilangan momentum setelah tampil impresif pada dua pertandingan pertama.
Namun Haaland menilai hasil pertandingan tidak seharusnya dijadikan dasar untuk menyalahkan keputusan sang pelatih.
"Lagi pula kami tidak akan menang juga. Saya pikir keputusan itu benar. Kami sudah lolos dan yang terpenting sekarang adalah babak berikutnya," ujar Haaland.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus utama Norwegia memang bukan mempertahankan rekor di fase grup, melainkan memastikan para pemain berada dalam kondisi terbaik ketika memasuki fase gugur.
Dengan jadwal pertandingan yang padat dan intensitas tinggi di Piala Dunia 2026, rotasi pemain menjadi strategi yang mulai banyak diterapkan oleh tim-tim yang sudah mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Baca Juga: Iran Belum Terkalahkan di Piala Dunia 2026, tetapi Tiket ke Babak 32 Besar Masih Jadi Tanda Tanya
Pelatih Ståle Solbakken sendiri sebelumnya telah menjelaskan alasan di balik keputusannya melakukan rotasi. Ia tidak ingin mengambil risiko kehilangan pemain penting akibat cedera atau kelelahan menjelang pertandingan hidup mati di fase gugur.
Menurutnya, perjalanan di Piala Dunia tidak ditentukan oleh hasil pada laga terakhir fase grup, melainkan oleh kemampuan tim menjaga performa di babak sistem gugur.
Keputusan tersebut memang memiliki konsekuensi. Tanpa Haaland dan Ødegaard sejak menit pertama, Norwegia kesulitan mengimbangi kualitas Prancis yang tetap menurunkan sebagian besar pemain terbaiknya.
Les Bleus tampil dominan sejak awal pertandingan dan mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Norwegia untuk mengamankan kemenangan besar sekaligus merebut posisi puncak Grup H.
Di sisi lain, kekalahan tersebut tidak mengubah nasib Norwegia. Mereka tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup. Artinya, target utama yang dipasang sebelum pertandingan tetap tercapai meski harus mengorbankan hasil pada laga terakhir.
Bagi Haaland, menjaga kebugaran skuad jauh lebih penting dibanding mengejar catatan sempurna di fase grup.
Penyerang Manchester City itu menyadari bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika memasuki fase gugur, di mana satu kekalahan akan langsung mengakhiri perjalanan sebuah tim.
Komentar Haaland juga memperlihatkan kedewasaan seorang pemimpin. Meski banyak pihak mempertanyakan keputusan pelatih, ia memilih berdiri di belakang tim dan tidak mencari kambing hitam atas kekalahan tersebut.
Sikap itu mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat sepak bola yang menilai solidaritas internal menjadi salah satu modal penting Norwegia menghadapi fase berikutnya.
Sepanjang fase grup, Norwegia sebenarnya tampil cukup meyakinkan. Mereka berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar berkat kemenangan atas lawan-lawan sebelumnya, dengan lini serang yang produktif dan pertahanan yang cukup solid.
Kekalahan dari Prancis menjadi noda pertama mereka di turnamen, tetapi tidak menghapus kesan positif yang telah dibangun sejak awal kompetisi.
Kini perhatian Norwegia sepenuhnya tertuju pada babak 32 besar. Dengan Haaland, Ødegaard, dan sejumlah pemain inti yang mendapat waktu istirahat lebih banyak, Solbakken berharap timnya bisa kembali tampil dengan kekuatan penuh.
Meski harus menerima kekalahan telak dari Prancis, Norwegia tampaknya tidak terlalu larut dalam kekecewaan. Seperti yang disampaikan Haaland, hasil di fase grup hanyalah bagian dari perjalanan panjang.
Bagi mereka, pertandingan yang benar-benar menentukan baru akan dimulai di babak gugur, ketika setiap laga menjadi pertaruhan hidup dan mati dalam perburuan trofi Piala Dunia 2026.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










