Banten

Persahabatan Ditunda 90 Menit, Bellingham vs Haaland Jadi Magnet Perempat Final Piala Dunia 2026

Aullia Rachma Puteri | 11 Juli 2026, 23:56 WIB
Persahabatan Ditunda 90 Menit, Bellingham vs Haaland Jadi Magnet Perempat Final Piala Dunia 2026
Jude Bellingham dan Erling Haaland yang akan beradu pada laga perempat final Piala Dunia 2026.

AKURAT BANTEN - Perempat final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel yang bukan hanya menarik dari sisi persaingan antartim, tetapi juga kisah persahabatan dua bintang muda sepak bola dunia.

Saat Inggris menghadapi Norwegia di Kansas City Stadium, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB, sorotan utama dipastikan tertuju kepada Jude Bellingham dan Erling Haaland.

Keduanya dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat sejak sama-sama membela Borussia Dortmund. Selama dua musim, Bellingham dan Haaland menjadi duet yang membantu Dortmund bersaing di papan atas Bundesliga dan Liga Champions. Meski kini berkarier di klub berbeda, hubungan akrab mereka tetap terjalin hingga saat ini.

Namun, kedekatan tersebut harus dikesampingkan selama 90 menit di atas lapangan. Kali ini, Bellingham dan Haaland datang bukan sebagai rekan setim, melainkan pemimpin bagi negaranya masing-masing yang sama-sama mengincar tiket ke semifinal Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Swiss: Messi Cs Lebih Diunggulkan, Ini Perkiraan Susunan Pemain Kedua Tim

Bellingham menjadi motor permainan Inggris sepanjang turnamen. Gelandang berusia 23 tahun itu tampil konsisten dengan kontribusi gol maupun assist, sekaligus menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan The Three Lions.

Sementara itu, Haaland kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Ketajamannya membawa Norwegia menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar. Penyerang Manchester City itu juga terus menjadi andalan Ståle Solbakken dalam memburu gol di Piala Dunia 2026.

Menariknya, Haaland justru melempar tekanan kepada Inggris jelang pertandingan. Menurutnya, The Three Lions adalah salah satu favorit juara sehingga ekspektasi besar berada di kubu lawan. Sebaliknya, Norwegia bisa bermain lebih lepas setelah berhasil melampaui target awal mereka di turnamen ini.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel pun menyadari ancaman yang dibawa Haaland. Ia menilai penyerang berpostur 194 sentimeter tersebut mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu peluang, sehingga lini belakang Inggris dituntut tampil disiplin sejak menit pertama.

Baca Juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris: The Three Lions Diunggulkan, Haaland Siap Bikin Kejutan Lagi!

Di sisi lain, Bellingham juga tak kalah penting bagi Inggris. Kemampuannya mengatur tempo permainan, membuka ruang, hingga mencetak gol membuatnya menjadi pemain yang paling diandalkan untuk membongkar pertahanan Norwegia.

Tak hanya duel Bellingham melawan Haaland, pertandingan ini juga mempertemukan sederet pemain bintang yang merumput di Premier League. Harry Kane akan memimpin lini depan Inggris, sementara Norwegia mengandalkan Martin Ødegaard sebagai kreator serangan di belakang Haaland.

Secara kualitas skuad, Inggris memang sedikit lebih diunggulkan. The Three Lions memiliki kedalaman pemain yang lebih merata dengan nama-nama seperti Declan Rice, Phil Foden, Bukayo Saka, hingga John Stones.

Namun, Norwegia telah menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan kejutan setelah menumbangkan Brasil, sehingga Inggris tak boleh menganggap remeh lawannya.

Baca Juga: Baru Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jayden Adams Tutup Usia 25 Tahun, FIFA dan Dunia Sepak Bola Berkabung

Meski persahabatan Bellingham dan Haaland menjadi cerita menarik di balik laga ini, keduanya dipastikan akan melupakan hubungan akrab tersebut saat peluit kick-off dibunyikan. Fokus mereka hanya satu, membawa negaranya melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Apa pun hasil akhirnya nanti, duel dua sahabat ini diprediksi menjadi salah satu momen paling berkesan di Piala Dunia 2026. Ketika pertandingan usai, persahabatan kemungkinan akan kembali terjalin.

Namun selama 90 menit di Miami, tak ada lagi istilah "bestie", yang ada hanyalah rival yang sama-sama mengejar mimpi mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.