Banten

Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Tundukkan Argentina 1-0, Akhiri Penantian Gelar Selama 16 Tahun

Viona Sebastian Nolani | 20 Juli 2026, 08:07 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Tundukkan Argentina 1-0, Akhiri Penantian Gelar Selama 16 Tahun
Pemain Spanyol merayakan keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina 1-0 di partai final. (Instagram/fifaworldcup)

AKURAT BANTEN - Spanyol akhirnya mengakhiri penantian selama 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

La Roja memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 usai menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang digelar Senin, 20 Juli.

Keberhasilan itu diraih setelah laga berlangsung sangat ketat sejak menit awal.

Kedua tim sama-sama tampil disiplin dan saling menekan sehingga skor 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.

Meski gagal mencetak gol selama 90 menit, Spanyol tampil jauh lebih dominan.

Baca Juga: Antrean BBM di Sumut Dipicu Pemberhentian Massal Sopir Truk Tangki, TNI Bantu Distribusi

Berdasarkan data FIFA, tim asuhan Luis de la Fuente melepaskan total 20 tembakan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang lawan.

Dominasi La Roja juga terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 66 persen.

Sebaliknya, lini serang Argentina kesulitan mengembangkan permainan dan bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan sepanjang waktu normal.

Albiceleste baru mampu mengancam pada babak extra time kedua setelah tertinggal 0-1.

Secara keseluruhan, Argentina hanya membukukan tiga tembakan sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Febrie Adriansyah, 9 Jaksa Senior Turun Tangan

Meski demikian, perjuangan Argentina tetap layak mendapat apresiasi.

Beberapa peluang berbahaya sempat tercipta, termasuk melalui Lionel Messi, yang nyaris membawa timnya menyamakan kedudukan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106 ketika Ferran Torres sukses menjebol gawang Argentina.

Gol tersebut langsung disambut selebrasi meriah para pemain Spanyol yang berlari menghampiri Torres di sudut lapangan, seolah kemenangan sudah berada dalam genggaman.

Tertinggal satu gol tidak membuat Argentina menyerah.

Baca Juga: Prabowo Resmi Terima Undangan Iran, Kunjungan ke Teheran Disiapkan di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Hingga menit-menit terakhir, mereka terus menekan pertahanan Spanyol demi mencari gol penyeimbang, sementara La Roja tampil disiplin menjaga keunggulan.

Namun, hingga peluit panjang berbunyi, Messi dan rekan-rekannya gagal membalikkan keadaan.

Spanyol pun memastikan kemenangan 1-0 sekaligus meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Final yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia ini juga diwarnai sejumlah momen dramatis.

Salah satu sorotan utama datang dari penampilan gemilang kiper Argentina, Emiliano Martínez.

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka, Terbitkan Tiga Sprindik Baru Usai Limpahan Perkara dari Polri

Martínez berkali-kali menggagalkan peluang emas Spanyol, termasuk saat menepis tendangan bebas melengkung Lamine Yamal menjelang akhir babak kedua.

"Untung ada Martinez, ya, kalau tidak, mungkin gol Spanyol pasti akan lebih banyak tadi, ibaratnya kan begitu," kata pengamat sepak bola, Effendi Gazali, saat melaporkan langsung di Stadion New Jersey, dikutip dari siaran langsung TVRI.

Effendi mengucapkan selamat dan mengapresiasi permainan bagus dari kedua tim.

Penampilan impresif Martínez juga mengantarkannya mencatat rekor sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia, yakni 11 penyelamatan dalam satu pertandingan.

Laga juga diwarnai kartu merah yang diterima Enzo Fernández usai melakukan pelanggaran keras terhadap bek muda Spanyol, Pau Cubarsí.

Baca Juga: Kapolri Bungkam soal Kritik Mahfud MD, Hanya Beri Jawaban Singkat soal Kasus Febrie Adriansyah

Insiden tersebut membuat Argentina harus menuntaskan pertandingan hanya dengan 10 pemain.

Keberhasilan menjadi juara Piala Dunia 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan Spanyol.

Sebelumnya, mereka terakhir kali meraih trofi paling bergengsi di sepak bola dunia pada edisi 2010.

Setelah sukses di Afrika Selatan, performa Spanyol justru mengalami penurunan tajam.

Pada Piala Dunia 2014, mereka langsung tersingkir di fase grup.

Baca Juga: KPK Sita Uang dan Perhiasan usai Geledah 9 Lokasi di Sukoharjo, Dalami Dugaan Pemerasan Bupati Etik Suryani

Berakhirnya era emas Xavi Hernandez dan Andrés Iniesta membuat La Roja kehilangan dominasinya.

Nasib serupa berlanjut pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dalam dua edisi tersebut, langkah Spanyol selalu terhenti di babak 16 besar setelah kalah lewat adu penalti dari Rusia dan Maroko.

Kebangkitan Spanyol akhirnya datang di bawah arahan Luis de la Fuente.

Keputusan mempercayai banyak pemain muda seperti Lamine Yamal, Nico Williams, dan Pau Cubarsí sukses mengubah wajah La Roja menjadi tim yang solid, agresif, dan penuh semangat.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Pengalihan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Singgung Dugaan 'Barter' hingga Desak Penegakan Hukum Transparan

Perjalanan mereka sepanjang Piala Dunia 2026 juga tergolong mulus.

Satu-satunya hambatan berarti terjadi saat ditahan imbang Tanjung Verde pada fase grup.

Selain itu, Spanyol hanya kebobolan satu gol dari delapan pertandingan sepanjang turnamen.

Catatan tersebut menjadi rekor pertahanan terbaik yang pernah dibukukan oleh tim juara Piala Dunia.

Kesuksesan ini sekaligus menandai lahirnya sejarah baru bagi Spanyol yang kembali berdiri di puncak sepak bola dunia sebagai juara Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Viral Keributan di Teluk Langkap, Ketua BPD Laporkan Dugaan Penyerangan usai Tolak PETI ke Polres Tebo

Di sisi lain, Argentina juga menunjukkan kualitasnya sebagai lawan yang tangguh.

Berstatus sebagai tim peringkat pertama FIFA, Albiceleste mampu memberikan perlawanan sengit hingga detik-detik terakhir pertandingan meski akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.