Banten

JANGAN SAMPAI LEWAT! Kapan 1 Suro 2025? Terungkap Tanggal, Tradisi Sakral, dan Mitos-Mitos Keramat yang Wajib Kamu Tahu

Saeful Anwar | 25 Juni 2025, 08:25 WIB
JANGAN SAMPAI LEWAT! Kapan 1 Suro 2025? Terungkap Tanggal, Tradisi Sakral, dan Mitos-Mitos Keramat yang Wajib Kamu Tahu

AKURAT BANTEN– Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro bukanlah sekadar pergantian hari biasa, melainkan momen pergantian tahun dalam kalender Jawa yang penuh makna sakral.

Malam ini diperingati sebagai waktu penting untuk perenungan, penyucian diri, dan penghormatan pada leluhur.

Lantas, kapan sebenarnya Malam 1 Suro 2025 akan tiba dalam kalender Masehi? Apa saja tradisi dan mitos yang menyelimutinya? Simak ulasan lengkapnya di sini!

 Baca Juga: 4 Fakta Mencengangkan Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS di Qatar: Balas Dendam yang Bikin Trump Malah Berterima Kasih!

Kapan 1 Suro 2025? Catat Tanggalnya!
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Kementerian Agama RI, Malam 1 Suro tahun 1959 Jawa akan jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Ini berarti 1 Suro 1959 Jawa akan bertepatan dengan Jumat, 27 Juni 2025. Tanggal 27 Juni 2025 ini juga sekaligus menandai Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1447 Hijriah.

Tak hanya itu, tanggal ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka Tahun Baru Islam, sesuai SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

 Baca Juga: Miris! ART Dipaksa Makan Kotoran Anjing dan Tak Digaji Setahun oleh Majikan di Batam

Tradisi Sakral Malam 1 Suro: Momen Penyucian Diri dan Batin

Mengutip Kemendikbud, 1 Suro adalah awal bulan pertama dalam kalender Jawa, yaitu bulan Suro. Penanggalan ini mengacu pada sistem kalender Jawa yang merupakan gabungan dari kalender Islam, Masehi, dan Hindu.

Penting untuk diingat: Malam 1 Suro diperingati pada malam hari setelah Magrib, yaitu sehari sebelum tanggal 1 Suro. Ini karena dalam sistem kalender Jawa, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam, bukan tengah malam seperti dalam kalender Masehi.

Menurut Kementerian Agama RI, bulan Suro dipandang sakral oleh masyarakat Jawa. Selain sebagai permulaan tahun, malam ini juga dimaknai sebagai momen untuk:

Perenungan dan Doa: Menjauhkan diri dari keramaian dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 Baca Juga: Harga Emas Bergerak! Cek Daftar Lengkap Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini!

Ritual Tertentu: Diyakini membawa keselamatan dan ketenangan batin.

Sejarah Kalender Jawa: Pertama kali diperkenalkan oleh Raja Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusumo, pada tahun 1940 Jawa.

Di beberapa daerah, Malam 1 Suro dirayakan dengan berbagai ritual spiritual seperti tirakatan (begadang tanpa tidur untuk beribadah), tapa bisu (diam tanpa bicara), berziarah ke makam leluhur, dan memandikan pusaka (jamasan keris).

Semua ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta harapan akan keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.

 Baca Juga: BOM WAKTU Ijazah Jokowi Meledak! Mantan Wamen Paiman Raharjo Disebut Terlibat Percetakan UPP: Roy Suryo Desak Kapolri Turun Tangan!

Mitos dan Pantangan Malam 1 Suro: Wajib Tahu untuk Kehati-hatian!

Seiring dengan kekuatan spiritual yang melekat pada Malam 1 Suro, terdapat pula banyak mitos dan pantangan yang diwariskan secara turun-temurun.

Meskipun ada yang menganggapnya kuno, banyak yang masih memegang teguh larangan ini sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap nilai budaya:

  • Dilarang Keluar Rumah (Tanpa Tujuan Jelas): Diyakini sebagai saat makhluk halus, roh leluhur, dan energi gaib berkeliaran. Keluar rumah tanpa tujuan jelas dapat mengundang hal buruk atau kesialan.
  • Tidak Dianjurkan Mengadakan Pernikahan atau Hajatan: Menggelar acara besar dipercaya dapat membawa ketidakbahagiaan, keretakan rumah tangga, hingga musibah bagi keluarga yang mengadakannya.
  • Pantangan Pindah Rumah: Memulai tinggal di rumah baru pada malam ini diyakini dapat membawa nasib buruk, seperti penyakit, rezeki seret, atau gangguan spiritual.
  • Menjaga Suasana Sunyi, Tidak Boleh Bersuara Keras: Kesunyian diyakini sebagai jalan menuju penyucian diri dan pencerahan batin. Tradisi Tapa Bisu di Keraton Yogyakarta adalah contoh kuatnya pantangan ini.

 Baca Juga: HEBOH! 7,3 Juta Peserta BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Dinonaktifkan: Ini Penyebab, Solusi Reaktivasi, dan Dampaknya!

Menjaga Ucapan dengan Menghindari Perkataan Kasar dan Negatif: Dipercaya bahwa perkataan buruk yang diucapkan pada malam ini berpotensi menjadi kenyataan. Dianjurkan untuk berkata yang baik atau lebih banyak diam, merenung, dan berdoa/zikir.

Larangan Membangun Rumah atau Proyek Penting: Memulai sesuatu yang besar pada waktu sakral ini justru dipercaya mengundang halangan, hambatan, atau kegagalan.

Demikian ulasan lengkap mengenai kapan 1 Suro 2025 beserta tradisi dan mitos-mitosnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin memahami dan menghormati kekayaan budaya Jawa (**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman