Jelang Nataru 2025, Harga Cabai hingga Bawang Meroket di Tangsel

AKURAT BANTEN - Harga sayur-mayur di Pasar Tradisional Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan, mulai meroket sejak beberapa pekan terakhir. Faktor cuaca dan momentum natal dan tahun baru 2025 menjadi penyebab utama.
Ada pun komoditi sayuran yang mengalami kenaikan harga antara lain, cabai, bawang, hingga sawi.
Baca Juga: Waduh! Menyambut Nataru, Harga Telur di Kota Tangerang Bergoyang Naik, Bikin Bingung Emak-Emak
Seorang pedagang di Pasar Benda, Supriyanto menjelaskan, kenaikan harga itu sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
“Cabai rawit merah dan keriting, bawang merah dan putih juga sawi putih dan hijau yang mengalami kenaikan paling tajam,” ujar seorang pedagang di Pasar Benda, Supriyanto, Rabu (18/12/2024).
Baca Juga: Cek! Harga Emas Logam Mulia Antam Alami Penurunan, Update 15 Desember 2024
Supriyanto merinci, harga cabai rawit merah saat ini dihargai Rp45 ribu per kilo. Sebelumnya, hanya dijual seharga Rp20 ribu per kilo.
Kemudian, harga cabai keriting dijual dengan harga Rp45 ribu. Mengalami kenaikan Rp10 ribu dibanding sebelumnya yang dijual seharga Rp35 ribu per kilogram.
Baca Juga: Hindari Kecelakaan Pemudik Nataru, Kakorlantas Porli: Pilih Kendaraan Umum Yang Terdaftar
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditi bawang merah, saat ini dijual seharga Rp35 ribu per kilo. Sebelumnya dijual senilai Rp20 ribu per kilo. Sedangkan untuk bawang putih yang semulanya dijual seharga Rp30 ribu, kini dijual dengan harga Rp38 ribu per kilo.
Selain itu, sayur jenis sawi putih dan hijau menjadi komoditi yang paling mengalami kenaikan harga yang paling tinggi, yang awalnya dijual dengah harga Rp5 ribu per kilo, sekarang dihargai Rp20 ribu.
Menurut Supriyanto, faktor cuaca menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap stabilitas harga sayur mayur tersebut.
“Kalau 2-3 pekan lalu sayur naik memang karena faktor cuaca, kalau Nataru itu memang sudah biasa sih relatif seperti itu,” jelanya.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pangan Jelang Nataru 2025
Dampak dari kenaikan harga itu, kata Supriyanto, menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
“Omset saya menurun sampai 30 persen,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







