Banten

Jangan Salah Paham! : Ini 'Memek', Makanan Kebanggaan Simeulue yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

Saeful Anwar | 15 Oktober 2025, 19:51 WIB
Jangan Salah Paham! : Ini 'Memek', Makanan Kebanggaan Simeulue yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

  

AKURAT BANTEN-Indonesia kaya akan kuliner tradisional dengan nama-nama yang unik, terkadang bahkan memancing tawa atau memicu salah paham.

Salah satunya adalah kudapan khas dari Pulau Simeulue, Aceh, yang bernama Memek.

Bagi banyak orang, kata "Memek" langsung terbersit pada konotasi yang tak senonoh.

Namun, di tengah masyarakat Simeulue, kata ini memiliki makna yang sangat berbeda dan mulia: ia adalah nama sebuah makanan legendaris, kebanggaan daerah, dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia sejak tahun 2019.

Penasaran dengan "Memek"? Mari kita telusuri lebih dalam kuliner unik yang mirip bubur ini!

Baca Juga: KEJI! Hasil Autopsi VI Bocah 12 Tahun Keluar: Meninggal karena 'Lemas Kehabisan Napas', Ada Luka di Alat Vital

Asal-Usul Nama: Jauh dari Konotasi Negatif

Lupakan sejenak arti yang Anda tahu. Nama "Memek" ternyata adalah warisan bahasa nenek moyang masyarakat Simeulue.

Dalam bahasa daerah Simeulue (sering dikaitkan dengan bahasa Devayan), kata "Memek" atau dulunya "Mamemek" memiliki arti "mengunyah" atau "menggigit".

Cerita yang beredar menyebutkan bahwa nama ini muncul dari tradisi masyarakat terdahulu yang mengunyah beras ketan yang dicampur dengan pisang sebagai bekal perjalanan.

Proses mengunyah beras ketan dan pisang inilah yang kemudian melahirkan istilah "Mamemek" atau "Memek".

Pengucapan huruf "E" pada kata Memek ini bahkan berbeda, dilafalkan mirip seperti penyebutan huruf "E" pada kata "Enam," bukan "Emas." Jadi, nama ini murni mengacu pada cara menikmati makanan tersebut.

Baca Juga: LEBAK BERGOLAK! Aksi Mogok Massal Siswa SMAN 1 Cimarga Guncang Banten, Tuntut Kepsek Pencopotan Usai Insiden Tamparan

Sensasi Rasa yang Bikin Ketagihan

Meskipun namanya kontroversial, cita rasa Memek justru terasa akrab dan menenangkan.

Secara tampilan, Memek mirip dengan bubur atau dodol yang bertekstur lembut. Namun, di balik kelembutannya, Anda akan menemukan sensasi unik manis, gurih, dan sedikit renyah.

Rasa manis datang dari pisang dan gula, gurih dari santan, sementara tekstur renyah dihasilkan dari butiran beras ketan yang telah disangrai (digongseng).

Aroma beras sangrai ini jugalah yang menjadi ciri khas Memek yang tak terlupakan.

Bahan-bahan sederhana yang digunakan:

  • Pisang Kepok atau Pisang Raja yang matang
  • Beras ketan yang disangrai
  • Santan hangat
  • Gula dan sedikit garam

Kunci kelezatannya terletak pada kualitas pisang yang digunakan dan proses menyangrai beras ketan hingga menghasilkan aroma yang khas.

Proses pembuatannya yang bisa memakan waktu hingga satu jam menunjukkan betapa istimewanya kuliner warisan leluhur ini.

 Baca Juga: KPK 'Turun Gunung': Bedah Total Program Makan Gratis Prabowo, Bongkar Celah Rawan Korupsi, Ini Temuan Sementaranya.

Bukan Sekadar Makanan, tapi Simbol Budaya

Bagi masyarakat Simeulue, Memek bukan hanya sekadar kudapan pengganjal perut. Ia adalah simbol identitas budaya dan tradisi yang kuat.

Menu Wajib Sambut Tamu: Memek menjadi jamuan wajib yang dihidangkan untuk menyambut tamu-tamu penting dari luar daerah, bahkan sering disajikan dalam acara-acara pemerintahan.

Menu Rindu Perantau: Makanan ini seringkali menjadi menu utama yang dicari ketika seseorang pulang dari tanah rantau, menjadikannya 'rasa rumah' yang tak tergantikan.

Santapan Ramadan: Hingga kini, Memek sangat populer dan mudah ditemukan saat Bulan Ramadan tiba, menjadi menu favorit untuk berbuka puasa.

Fakta bahwa kuliner ini tetap dipertahankan dan bahkan diperjuangkan namanya, meskipun berkonotasi negatif secara nasional, membuktikan betapa besar kebanggaan masyarakat Simeulue terhadap warisan leluhur mereka.

Di balik nama yang mengundang tawa dan rasa penasaran, Memek adalah kisah tentang kearifan lokal, warisan budaya yang tak lekang dimakan waktu, dan kelezatan sederhana dari ujung barat Indonesia.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Pulau Simeulue, jangan ragu untuk mencicipi Memek—rasakan manisnya sejarah dan gurihnya tradisi dalam setiap suapan!(**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman