Bukan Orang Sembarangan! Ini Kekayaan Haji Bustaman, Pemilik Restoran Sederhana yang Kini Jadi Keluarga Haji Isam

AKURAT BANTEN-Dunia bisnis kuliner tanah air tak pernah lepas dari nama besar Restoran Sederhana. Namun, belakangan nama sang pendiri, Haji Bustaman, semakin menjadi sorotan publik.
Bukan hanya karena kesuksesan Ayam Pop-nya yang legendaris, tetapi karena sosoknya kini resmi menjadi bagian dari lingkaran keluarga "Crazy Rich Kalsel", Haji Isam.
Pernikahan putra Haji Bustaman, Putra Rizky, dengan Liana Jhonlin (putri Haji Isam) seolah menegaskan bahwa Haji Bustaman memang bukan orang sembarangan.
Lantas, seberapa besar kekayaan sang maestro kuliner Minang ini?
Baca Juga: Jangan Remehkan Tahu Bulat: Di Baliknya Tersimpan Filosofi Kesuksesan
Berawal dari Lapak Sewa Rp3.000 di Pasar Benhil
Melihat kemegahan gerai Sederhana saat ini, banyak yang tak menyangka bahwa Haji Bustaman merintis semuanya dari bawah.
Pada tahun 1972, pria kelahiran 1942 ini memulai peruntungannya dengan menyewa lapak di Pasar Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta.
Kala itu, modalnya sangat terbatas. Ia menyewa satu lapak seharga Rp3.000 per bulan.
Demi ambisi yang besar, ia menambah satu lapak lagi hingga mendapatkan harga diskon Rp5.000 untuk dua lapak.
Dari titik kecil di sudut pasar inilah, embrio imperium bisnis Sederhana lahir.
Strategi "Lidah Nasional" yang Mengubah Nasib
Haji Bustaman dikenal sebagai pengusaha yang jenius dalam membaca selera.
Ia berani melakukan modifikasi pada masakan Padang aslinya dengan mengurangi rasa pedas agar bisa diterima oleh lidah seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya orang Minang.
Strategi ini membuahkan hasil luar biasa. Menu ikonik seperti Ayam Pop ciptaannya menjadi standar kelezatan nasional yang sulit ditiru kompetitor.
Inilah alasan mengapa Restoran Sederhana mampu bertahan dan terus tumbuh selama lebih dari lima dekade.
Baca Juga: Update Jadwal Kereta Jogja-Jakarta 2026: Cek Jam Keberangkatan Argo Lawu hingga Progo Hari Ini!
Gurita Bisnis: 200 Cabang hingga ke Malaysia
Kekayaan Haji Bustaman tidak hanya bersumber dari satu atau dua rumah makan.
Ia telah membangun sistem manajemen profesional melalui PT Sederhana Abadanmitra dan mematenkan merek "Sederhana" sejak 1997.
Kini, pundi-pundi rupiahnya mengalir dari:
Jaringan Waralaba Luas: Lebih dari 200 gerai yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Ekspansi Mancanegara: Keberhasilan menembus pasar internasional, salah satunya dengan cabang-cabang di Malaysia.
Sistem Royalti: Sebagai pemilik sah merek dagang yang sudah dipatenkan, setiap cabang memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaan pribadinya.
Baca Juga: Bukan Kapal Biasa! Inggris Kerahkan Armada Robot Tanpa Awak untuk Jebol Blokade Selat Hormuz
Menyatunya Dua Dinasti Bisnis Besar
Kepastian posisi Haji Bustaman sebagai "Elite Pengusaha" semakin kuat saat keluarganya berbesan dengan Haji Isam, pemilik Jhonlin Group yang menguasai berbagai sektor mulai dari pertambangan hingga transportasi udara.
Pernikahan anak-anak mereka bukan sekadar ikatan cinta, melainkan pertemuan dua dinasti bisnis yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.
Meskipun Haji Bustaman tetap tampil dengan gaya hidup yang bersahaja sesuai nama restorannya, namun aset dan pengaruh bisnis yang dimilikinya membuktikan bahwa ia adalah salah satu "naga" kuliner yang sesungguhnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






