Normalisasi Sungai Cibanten, Puluhan Rumah Terancam Digusur

AKURAT BANTEN - Puluhan rumah warga yang berada di bantaran Sungai Cibanten, Kota Serang, terancam digusur lantaran dianggap menghambat proyek normalisasi dan pelebaran sungai oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3).
Usai terjadi bencana banjir bandang pada awal tahun 2022, BBWSC3 Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kota Serang sedang melakukan normalisasi Sungai Cibanten.
Progres normalisasi Sungai Cibanten tahap I ditargetkan rampung pada Desember 2023.
Baca juga: Presiden Jokowi Beri Hadiah Rumah Kepada Peraih Medali Asian Games 2023
Namun, saat ini normalisasi itu terhambat lantaran banyak bangunan rumah milik warga yang berdiri diatas tanah milik Negara sekitar 50 meter dari bantaran Sungai Cibanten.
Sehingga bangunan tersebut dianggap ilegal karena berdiri di atas tanggul sungai yang merupakan lahan milik negara.
Pada Senin 25 September 2023, Nanang Saefudin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang mengatakan, pemerintah tidak perlu memberikan kompensasi ganti rugi lantaran bangunan rumah warga tersebut berada di bantaran Sungai Cibanten dan itu dianggap ilegal alias liar.
"Ya sebenarnya kalau berbicara bangunan liar, namanya liar, ya harusnya tidak dapat kompensasi," kata Nanang, kepada wartawan, Kamis (28/9/2023).
Nanang berharap dalam proses normalisasi ini berjalan dengan baik dan tidak terjadi benturan dengan masyrakat, sebab, jika berpatokan pada peraturan wilayah, pada sempadan sungai tidak diperbolehkan berdirinya bangunan.
Baca juga: Pemkab Lebak Gelontorkan Rp 14,9 Miliar Untuk 24 Titik Proyek SPAM
"Kita pada umumnya tahulah, sepanjang kali itu ya tidak boleh ada bangunan karena itu haknya air begitu. Tentunya pemerintah daerah harus mengukur dari faktor kemanusiaan. Tidak boleh juga kita main hajar begitu," ucapnya.
Ia meminta BBWSC3 melakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait rencana tersebut kepada semua pihak, agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Inikan proyek dari BBWSC3 dari pemerintah pusat tentu kita harus duduk bareng bersama dengan seluruh pemangku kepentingan di situ," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 2Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 3Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 4Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 5Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 6Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 7Roy Suryo Buka Suara: Sebut Polisi 'Terpaksa' Umumkan P21 Kasus Ijazah Jokowi, Ada Apa?
- 8Disebut 'Ngajak Perang' oleh Kubu Jokowi, Roy Suryo Balik Polisikan Advokat Lechumanan!
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan







