Pemerintah akan Impor 2 Juta Ton Beras dari Thailand

AKURAT BANTEN - Dinas Perindag Kabupaten Lebak, Banten, akhirnya merespon kenaikan harga pangan yang terus melambung.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani mengatakan, pihaknya akan menggelar pasar murah di 28 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, pasar murah yang akan dilaksanakan Disperindag Lebak ini bisa menjadi salah satu solusi.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Bau Badan? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pelaksanaan program pasar murah kata Yani akan dimulai pada 27 Februari hingga 19 Maret 2024 di lokasi yang sudah ditentukan di masing-masing kecamatan.
"Untuk harga masih cenderung naik, kami Pemda Lebak melalui Disperindag berencana mengadakan pasar murah," kata Yani, kepada Akurat Banten, Sabtu (24/2/2024).
Pasar murah tersebut digelar sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan Suci Ramadan.
"Pelaksanaan pasar murah dilaksanakan melalui sistem penyaluran secara langsung ke kecamatan, selanjutnya di distribusikan atau dijual kepada Masyarakat," jelasnya.
Masih kata Yani, program pasar murah ini yang diprioritaskan bagi masyarakat penderita stunting dan keluarga rawan stunting.
Baca Juga: Metamorfoshow HTI Usai Pilpres 2024 Diduga karena Dukungan Capres
"Untuk itu kita berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait petugas yang memegang data keluarga stanting dan beresiko stunting," tuturnya.
Yani menyebut kenaikan harga beras karena pasokan kurang, pemerintah akan impor sebanyak 2 juta ton dari Thailand. Sementara cabe, 2 minggu terakhir terjadinya perubahan cuaca sehingga mempengaruhi hasil panen atau pasokan, untuk telur dikarenakan harga pakan cenderung naik.
Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Suci Ramadhan menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Lebak. Pemerintah diminta bergerak cepat melakukan upaya menekan angka kenaikan harga.
Gelaran pasar murah yang akan dilaksanakan Pemda Lebak, dinilainya bukan sebuah solusi kongkrit karena hanya sementara bukan untuk menstabilkan harga.
"Yang lebih kongkrit itu harga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Pasar murah menurut kami bukanlah solusi kongkrit karena hanya sementara, satu atau dua hari bukan jangka panjang," kata Dendi warga Kecamatan Rangkasbitung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 5Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 6UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 7Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 8Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 9Bruno Fernandes Jadi Beban MU? Legenda Setan Merah Minta Carrick Berani Cadangkan Sang Kapten
- 10Kalah dari IShowSpeed, Eberechi Eze Dihukum Tiru Selebrasi Cristiano Ronaldo! Siap Pamer “Siuuu” di Emirates?








