Heboh! 4 Kopdes Merah Putih Tampil di Banten, Salah Satunya Koperasi Konfeksi yang Bikin Penasaran

AKURAT BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten resmi menetapkan empat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai mock up atau maket percontohan nasional dalam rangka peluncuran program 80.000 Kopdes Merah Putih se-Indonesia.
Keempat koperasi tersebut tersebar di Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Siap Bangkit Lewat Akses KUR Hingga Rp3 Miliar
Salah satu Kopdes Merah Putih yang akan menjadi perhatian nasional adalah yang berlokasi di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, yang bergerak aktif di bidang konfeksi atau produksi pakaian.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, pada Kamis (17/7/2025).
Menurut Deden, Kopdes Merah Putih Ranjeng termasuk dalam 103 koperasi desa yang akan diresmikan secara serentak pada 21 Juli 2025 mendatang, dan menjadi bagian dari program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa.
“Saya sudah tinjau langsung ke Desa Ranjeng. Unit usaha konfeksi-nya sudah berjalan dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak seperti Bulog dan Pos Indonesia,” ujar Deden.
Deden menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pos Indonesia bukan hanya soal logistik, tapi juga untuk membangun ekosistem distribusi yang terintegrasi di desa.
“Nantinya akan ada gerai Pos Indonesia di area koperasi untuk melayani pengiriman barang-barang hasil produksi konfeksi ke konsumen,” katanya.
Kopdes Merah Putih dirancang sebagai lokomotif ekonomi baru di level desa dan kelurahan, dengan dukungan lintas sektor seperti BUMN dan swasta.
Di Ranjeng, koperasi tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga memperluas jaringan pemasaran serta penguatan sumber daya manusia di bidang manajemen usaha.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tak Geser Bumdes, Ini Penjelasan Mendes Yandri
Dengan konsep gotong royong modern dan sistem koperasi digital, diharapkan masyarakat desa mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan mandiri.
Deden menilai, langkah Presiden Prabowo yang mengedepankan pembangunan ekonomi desa melalui koperasi merupakan keputusan yang tepat.
Ia menyebut bahwa selama ini potensi desa seringkali tidak tergarap maksimal karena minimnya akses dan dukungan sistem.
“Maka tepat kiranya Pak Presiden Prabowo mengedepankan program-programnya langsung ke perdesaan, dan ini (koperasi desa/kelurahan Merah Putih) disambut baik oleh masyarakat,” tutur Deden.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Rampung Dibentuk di Seluruh Wilayah, Papua Masih Hadapi Tantangan
Ia juga optimistis, apabila koperasi desa/kelurahan dikelola secara profesional, koperasi ini bisa menjadi penggerak utama roda perekonomian di tingkat bawah.
“Jika koperasi dikelola dengan baik dan mengangkat potensi lokal, ini akan jadi pengungkit ekonomi desa yang luar biasa,” pungkasnya.
Peluncuran nasional Kopdes Merah Putih akan digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 21 Juli 2025.
Banten menjadi salah satu provinsi yang berperan penting dalam agenda tersebut dengan empat koperasi percontohan yang siap tampil di panggung nasional.
Melalui program ini, masyarakat desa di Banten diharapkan bisa menikmati manfaat ekonomi yang lebih merata, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










