Destinasi Wisata Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Sejarah Kejayaan dan Peninggalan Kesultanan Banten

AKURAT BANTEN - Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama ini berisi sejarah kejayaan dan peninggalan Kesultanan Banten yang pernah berjaya sekitar pada abad 16 dan 17.
Museum ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Kesultanan Banten yang pada zamannya merupakan wilayah yang makmur dan sejahtera.
Terletak di kawasan Banten Lama, tepatnya di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Museum Situs Kepurbakalaan berjarak 12 Km arah utara dari pusat Kota Serang.
Masuk ke area museum, pada bagian depan terdapat meriam Ki Amuk yang memiliki ukuran 2,5 m dan terbuat dari tembaga. Meriam ini merupakan hasil rampasan dari tentara Portugis saat ingin menguasai Kota Banten.
Ada pula hiasan pintu gerbang Keraton Surowsoawan yang terbuat dari batu berjejer di halaman depan museum. Sementara itu, reruntuhan gerbang keraton yang terbuat dari batu karang dipagari guna menjaga dari hal yang dapat merusak benda bersejarah ini.
Masuk ke dalam bangunan museum, pengunjung akan disambut dengan 2 gerabah berukuran besar. Walaupun terlihat retak dan tambalan dibagian sisinya, gerabah ini masih terlihat kuat dan memperlihatkan sisa-sisa kejayaan zaman Kerajaan Banten Lama.
Berjalan ke sisi kiri bangunan, terdapat gambar yang menjelaskan kejayaan Kesultanan Banten lewat Pelabuhan Karangantu. Terlihat dalam gambar, Banten telah menjadi kota pelabuhan yang maju, dimana para pedagang saling berinteraksi juga berkomunikasi. Pedagang yang datang ke Banten saat itu kebanyakan adalah pedagang Cina, Persia, dan Portugis.
Salah satu gambar yang menarik adalah gambar yang menceritakan dua utusan Banten yang dikirim ke Inggris pada tahun 1682, yakni Kyai Ngabehi Naya Wipraya dan Kyai Ngabehi Jaya Sedana. Mereka berdua diutus Sultan untuk membeli peralatan perang. Saat bertemu dengan raja Inggris Charles II, utusan dari Banten ini menerima gelar sebagai Sir Abdul dan Sir Ahmad.
- Baca Juga: Rekomendasi Liburan di Semarang, 5 Destinasi Spot Foto Wisata Yang Instagramable, HTM Dibawah 30 Ribuan
- Baca Juga: Ridwan Kamil: Saya Nggak Tega Menyebutnya, Minta Ganti Nama Destinasi Wisata Pasir Heunceut
- Baca Juga: Destinasi Wisata Pulau Umang Bagai Bidadari Yang Bersolek di Bibir Pantai, Cocok Untuk Agenda Nataru!
Pada bagian belakang, museum ini memiliki peninggalan perabotan rumah tangga. Barang berupa keramik, gelas, dan mangkuk ini didominasi dengan warna putih. Terdapat juga kunci dan gembok pada masa Banten Lama. Selain itu, di museum ini juga terdapat koleksi senjata seperti keris dan tombak yang menghiasi salah satu sudut ruangan.
Menuju pintu keluar museum, terdapat arca nandi yang merupakan peninggalan kebudayaan Hindu-Budha. Arca ini merupakan wahana atau kendaraan Dewa Siwa.
Arca ini semula ditempatkan di Pancaniti, Kabupaten Serang. Kemudian hilang dan ditemukan kembali di timur Pelabuhan Karangantu setelah sebelumnya menjadi koleksi dari Museum Situs Kepurbakalaan Banten lama.
Peresmian Museum ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan pada 15 Juli 1985, dengan luas tanah sekitar 10.000 m2 dan bangunan gedung 778 m2.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










