Kenapa Masyarakat Indonesia Percaya Mistis? Ternyata Ini Sebabnya!

AKURAT BANTEN - Hal-hal berbau magis dan mistis, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan prilaku pengkultusan, Hingga saat ini masih dipercaya termasuk masyarakat di era modern. Pola pikir masyarakat inilah yang dinilai sebagai salah satu sebab hal-hal magis yang kerap diadaptasi menjadi pilihan terbaik untuk menjawab keresahan dan jalan pintas untuk tujuan yang di inginkan.
Menurut Guru Besar Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada Heddy Shri Ahimsa mengatakan bahwa masyarakat masih menilai beragam hal magis seperti sihir, santet, pesugihan adalah cara cepat menyelesaikan masalah. Seperti pengin kaya, kemudian datang ke suatu tempat atau dukun dan kemudian jadi kaya, Itu adalah bukti kalau pola pikir dukun itu benar.
Hal tersebut kemudian disosialisasikan kepada komunitas dan di sertai bukti-bukti pendukungnya, Maka akan bertambah pula keyakinan seseorang pada hal mistik.
Heddy mengatakan pola pikir manusia terbagi menjadi empat untuk menghadapi masalah, yakni akal sehat (common sense), magi (upacara atau praktik mempersuasi makhluk gaib), sains (scientific), dan agama (religion). Setiap manusia pun memiliki pola pikir dominan yang berbeda-beda.
Menurutnya, hal-hal magis juga masih ada hingga kini karena keyakinan masyarakat bahwa langkah tersebut memberikan 'jawaban' lebih cepat daripada cara atau pola pikir lainnya.
- Baca Juga: 4 Jenis SANTET Dan 7 Cara Mudah Menangkalnya, Mau Coba ? Begini Petunjuknya!
- Baca Juga: Kepoin Yuk Sob ! Ayam Cemani Asli Indonesia Dikenal Dunia, Tubuhnya Hitam Dipercaya Sebagai Penolak Santet
- Baca Juga: Energi GOIB pada MANI GAJAH yang Bisa Membuat Pasanganmu OLENG! Berani Coba?
"Itu cara cepat. Karena logikanya gini, kalau kita pakai agama, kita tidak punya power untuk menyuruh Tuhan. Kalau pake scientific harus kerja keras dan lama. Tapi kalau pakai itu (santet/ilmu-ilmu magis) cepat. Saya bisa punya kuasa untuk sesuatu yang lain dan itu bisa saya manfaatkan," ujar Heddy.
Hal serupa disampaikan Akademisi Antropologi Universitas Indonesia Imam Ardhianto. Menurutnya, masyarakat hingga kini masih percaya dengan magic seperti babi ngepet dan santet karena dianggap berfungsi.
Tak hanya itu, magic juga dinilai menjadi kritik terhadap lembaga modern yang gagal memenuhi janji baik dalam mobilitas sosial, kesehatan, atau pencapaian psikologis.
Akademisi FIB Universitas Jember, Heru SP Saputra, dalam tulisan yang bertajuk Tradisi Mantra Kelompok Etnik Using di Banyuwangi dan diterbitkan dalam jurnal Humaniora Volume XIII No 3/2001, menulis bahwasanya magic seperti mantra merupakan alternatif pranata sosial tradisional ketika pranata formal tidak lagi mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat.
Kekuatan praktik mistis tersebut dilandasi beberapa aspek, mulai dari kepercayaan subjek (dukun) terhadap efektivitas teknik yang digunakan, kepercayaan objek (korban) terhadap kekuatan mistik, dan kepercayaan dan harapan komunitas yang berfungsi sebagai bidang gravitasi.
Hal tersebut yang membuat suatu kelompok secara naluriah mewariskan mekanisme menghadapi dan memecahkan masalah sosial budaya dari generasi ke generasi hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









