Tradisi BUKBER atau Berbuka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan

AKURAT BANTEN - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan berbagai tradisi yang dinantikan oleh umat Muslim. Salah satu tradisi yang paling populer adalah berbuka puasa bersama atau yang sering disebut “bukber”. Kegiatan ini tidak hanya sekadar makan setelah seharian menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan sosial dan kebersamaan.
Dalam Islam, berbuka puasa dikenal dengan istilah iftar, yaitu kegiatan membatalkan puasa saat matahari terbenam di bulan Ramadhan. Tradisi ini dilakukan oleh umat Muslim di berbagai negara dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial selama bulan suci tersebut. Bahkan, budaya iftar di beberapa negara telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO karena nilai kebersamaan dan solidaritas yang terkandung di dalamnya.
Di Indonesia, tradisi berbuka puasa bersama berkembang menjadi kegiatan yang sangat populer. Masyarakat sering mengadakan bukber bersama keluarga, teman sekolah, rekan kerja, hingga komunitas. Kegiatan ini biasanya diawali dengan menunggu waktu berbuka atau yang dikenal dengan istilah “ngabuburit”, kemudian dilanjutkan dengan menikmati hidangan takjil sebelum makan utama.
Lebih dari sekadar makan bersama, tradisi ini memiliki makna sosial yang mendalam. Bukber menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, memperbaiki hubungan, serta berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Tidak jarang pula kegiatan ini diadakan di masjid atau tempat umum dengan menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hingga kini, tradisi berbuka puasa bersama tetap menjadi bagian penting dari budaya Ramadhan di Indonesia. Selain mempererat hubungan antarindividu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur yang menjadi inti dari ibadah puasa. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana




