Ayah Ambil Rapor Anak, Ternyata Ini Dampak Besarnya bagi Prestasi dan Mental Anak

AKURAT BANTEN – Peran ayah dalam pendidikan anak kembali menjadi sorotan melalui gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah.
Gerakan ini dinilai sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap prestasi dan perkembangan anak.
Kehadiran ayah saat mengambil rapor bukan hanya soal formalitas, tetapi bentuk dukungan nyata terhadap proses belajar anak.
Gerakan tersebut digagas oleh BKKBN sebagai upaya mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Baca Juga: Tragedi Bayi Enam Bulan di Ciputat Dugaan Kekerasan Ayah Kandung Berujung Kematian
Selama ini, urusan pendidikan anak sering kali lebih banyak dilakukan oleh ibu.
Padahal, keterlibatan ayah juga sangat dibutuhkan, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar anak.
Menurut BKKBN, kehadiran ayah di sekolah saat pembagian rapor dapat memberikan pesan positif kepada anak bahwa ayah peduli terhadap pendidikan dan masa depannya.
Anak yang merasakan perhatian langsung dari ayah cenderung lebih bersemangat belajar dan memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan orang tuanya.
Baca Juga: Bayi Enam Bulan di Ciputat Tewas, Ayah Kandung Diduga Lakukan Kekerasan
Gerakan Ayah Mengambil Rapor ditujukan bagi ayah yang memiliki anak usia sekolah, mulai dari PAUD hingga tingkat menengah.
Pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal pembagian rapor di masing-masing sekolah.
Pemerintah juga mendorong instansi dan tempat kerja untuk memberikan kelonggaran waktu bagi ayah agar dapat hadir ke sekolah tanpa mengganggu kewajiban pekerjaan.
Latar belakang munculnya gerakan ini tidak terlepas dari kondisi sosial di Indonesia.
Data menunjukkan masih banyak anak yang tumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah atau mengalami kondisi fatherless.
Situasi ini dapat berdampak pada perkembangan emosional, perilaku, hingga prestasi akademik anak jika tidak mendapat perhatian yang cukup.
Para ahli menilai, ayah yang terlibat aktif dalam pendidikan anak dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif, kedisiplinan, serta keterampilan sosial anak.
Dukungan ayah juga dapat menjadi penyeimbang dalam pola pengasuhan di rumah, sehingga anak tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat dan harmonis.
Beberapa daerah bahkan mulai mendukung gerakan ini melalui kebijakan lokal.
Ayah tidak hanya diajak mengambil rapor, tetapi juga berdialog dengan guru dan anak mengenai hasil belajar.
Dengan begitu, ayah dapat memahami perkembangan anak secara langsung dan ikut merencanakan langkah ke depan.
Melalui gerakan Ayah Mengambil Rapor, diharapkan peran ayah dalam keluarga tidak lagi terbatas sebagai pencari nafkah.
Kehadiran ayah di momen penting pendidikan anak menjadi investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter, semangat belajar, dan masa depan generasi muda Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang





